Penemuan 4 Gua dan Batu Bata Kuno di Lembah Pawon Sewu 

Yovie Wicaksono - 17 October 2019
Salah satu bibir gua yang ditemukan di lembah Pawon Sewu, Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sebanyak empat gua ditemukan di area sebuah tempat yang konon diyakini pada zaman kerajaan dijadikan tempat pertemuan para bangsawan. Masyarakat Dusun Lamong, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kediri, menyebut tempat tersebut adalah lembah Pawon Sewu yang dideskripsikan sebuah gundukan tanah yang bercokol di atas lahan perkebunan seluas tiga hektar. 

Masyarakat sekitar menganggap tempat tersebut sakral dan dikenal wingit. Tak jarang ada beberapa warga yang datang berkunjung ke sana mendadak mengalami kesurupan. 

Area Pawon Sewu  juga diduga tersimpan beberapa  benda purbakala, hal tersebut diperkuat dengan ditemukannya batu bata kuno berukuran besar.

“Waktu melakukan penelusuran kami menemukan sebuah bata kuno berukuran besar disitu. Terkait Pawon Sewu sendiri sebagai cerita rakyat dulu, mengarah pada sebuah pertemuan antar bangsawan atau raja. Dalam pertemuan tersebut, mereka membawa masing masing abdi dalam untuk memasak disitu. Mengenai dimana titik pertemuannya, kami masih melakukan penelusuran,” ujar salah satu Anggota Tim Damar Panulu, komunitas penyelamat dan pelestari benda peninggalan leluhur, Rianto pada Kamis (17/10/2019).

Empat gua ini memiliki ukuran berbeda, paling besar bibir gua setinggi 1 hingga 2 meter sehingga bisa dimasuki dari luar. Rianto dan tim meyakini jika di dalam gua tersebut terdapat sebuah ruangan namun dirinya tidak tahu pasti berapa ukuran ke dalamnya. 

“Empat titik gua, namun nampak bibirnya saja, masih perlu penelusuran eskavasi atau pembersihan sehingga nanti bisa dilalui oleh masyarakat. Jadi bisa diterobos, memang selama ini nampak sedikit. Namun pada mengarah sebuah terowongan atau gua sudah ada, tapi untuk kedalaman kita belum tahu. Nanti kita bisa bersinergi dengan TNI atau Masyarakat bisa menerobos terowongan,” paparnya. 

Ia berharap suatu saat nanti, tempat tersebut dapat dipergunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar, melalui wisata religi maupun wisata alam. 

Lebih lanjut Riyanto mengaku, dirinya pernah berkomunikasi secara spiritual secara langsung dengan para leluhur dan hasilnya para leluhur menghendaki agar keberadaan temuan tersebut segera diungkap.

“Disitu memang harus diungkap, sehingga masyarakat generasi kita nanti tahu. Ternyata ada cikal bakal peninggalan leluhur kita  yang perlu disampaikan. Kami meyakini ada indikasi benda benda purbakala disitu yang perlu diselamatkan,” ujarnya.

Selain ditemukan bata kuno, di area lokasi juga terdapat mata air yang jaraknya terpaut 20 meter dengan gua.

Pihaknya juga menegaskan, temuan gua dan batu bata kuno tersebut sudah dilaporkan kepada Pemerintah Desa, Polsek dan Koramil setempat. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.