Pemuda Katolik Gelar Rapimnas, Inginkan Kader Pemuda yang Unggul

Yovie Wicaksono - 14 November 2020
Pengurus dan kader Pemuda Katolik Jawa Timur saat mengikuti Rapimnas, Sabtu (14/11/2020). Foto : (Super Radio/Nirwasita Gantari)

SR, Surabaya – Memasuki usia ke-75 tahun, Pemuda Katolik terus melakukan transformasi organisasi, khususnya berkaitan dengan pembinaan dan pengembangan kader ke depan, terutama memasuki satu abad Indonesia Merdeka tahun 2045.

Bersamaan dengan Dies Natalis ke-75 ini, Pemuda Katolik juga menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dengan tema “Menciptakan Pemuda Katolik yang Unggul untuk Indonesia Maju” yang dihadiri oleh Pengurus Komda dan Komcab dari seluruh Indonesia.

“Tema ini sengaja kami angkat untuk menjadi catatan kritis dan implementatif kami dalam mengeksekusi program-program kami ke depan terutama dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemuda Katolik yang berkualitas dan unggul sehingga mampu bersaing dengan SDM-SDM pemuda lain dalam menghadapi era global dan digitalisasi,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa saat memberikan sambutan dalam Rapimnas Pemuda Katolik, Sabtu (14/11/2020).

Di usia ke-75 tahun ini, Karolin berharap, para pengurus dan kader-kader Pemuda Katolik di seluruh Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang begitu cepat.

“Saat ini kita sudah memasuki era Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 adalah tren utama di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber,” ujarnya.

Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi industri yang dimulai pada abad ke-18. Dengan kondisi Negara Indonesia yang akan mengalami bonus demografi pada 2030-2040, yaitu penduduk dengan usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan penduduk non produktif.

Maka dari itu, lanjutnya, untuk Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. ini kader Pemuda Katolik dituntut untuk memiliki kompetensi dalam penguasaan teknologi informasi dan digital.

“Kita harus melek dan menguasai teknologi digital. Menurut Presiden Jokowi, Revolusi Industri 4.0 telah mendorong inovasi-inovasi teknologi yang memberikan dampak disrupsi atau perubahan fundamental terhadap kehidupan masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap, para kader Pemuda Katolik muncul sebagai inovator-inovator baru dalam menciptakan ide dan gagasan untuk disrupsi pengembangan dan pembangunan bangsa termasuk pembangunan SDM yang berkompeten menuju SDM yang unggul dan Indonesia maju.

Selain itu, ia juga menyampaikan kepada para pengurus untuk membuat program-program kerja yang sederhana tetapi langsung aplikatif dan adaptif di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia menambahkan, kader Pemuda Katolik juga harus menjadi ujung tombak dalam memperjuangkan nasib kaum tertindas serta praktik-praktik ketidakadilan, baik yang dilakukan oleh pihak swasta maupun oleh pemerintah sendiri.

“Kita harus jadi Garda terdepan bangsa yang memiliki komitmen serta ketegasan melawan semuanya itu tetapi tetap berpedoman pada nilai-nilai kekatolikan dengan cara yang santun dan cerdas,” tandasnya.

Tak hanya itu saja, kader Pemuda Katolik juga dituntut untuk memiliki karakter yang kuat dan unggul dengan bermodalkan sikap dan perilaku yang baik dan positif saat beraktivitas maupun berkarya.

“Mari bersinergi dan berkolaborasi baik di internal Katolik maupun eksternal Katolik untuk terus berkarya dan berinovasi demi memajukan bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Selamat ber-Rapimnas dan Selamat Ulang Tahun ke-75 Pemuda Katolik,” ujarnya.

Sekedar informasi, akibat pandemi Covid-19, Rapimnas Pemuda Katolik digelar secara virtual pada 14 – 15 November 2020. Di Jawa Timur sendiri seluruh pengurus dan kader Pemuda Katolik hadir dalam Rapimnas ini.

Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Jawa Timur, Agatha Retnosari mengatakan, total ada 30 pengurus yang hadir. Jumlah itu terdiri dari pengurus Komda, Sub Komda, Komcab, Dewan Pembina dan RD. Eko Budi Susilo selaku Pastor Moderator dari Keuskupan Surabaya.

Agatha mengatakan, Rapimnas kali ini harus menjadi pijakan dalam bersikap bagi seluruh kader di Jawa Timur. “Selama ini Jawa Timur menjadi barometer. Kami harus bisa menjadi contoh,” tegas Agatha. (ng/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.