Pendaftaran Ditutup, Dito – Dewi Potensi Calon Tunggal di Pilkada Kediri
SR, Kediri – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menutup tahapan perpanjangan pendaftaran pasangan bakal calon Pilbup 2020 pada Minggu (13/9/2020), pukul 00.00 WIB.
Tahap selanjutnya, Komisioner KPU menggelar rapat pleno yang hasilnya menyebutkan bahwa dalam masa perpanjangan pendaftaran tidak ada satupun pasangan bakal calon yang secara resmi mendaftar.
“Perlu diketahui sempat hadir ya bakal pasangan calon, yang kemudian untuk didaftarkan namun yang mendaftarkan belum hadir. Kemudian kita tunggu sampai 00.00 WIB belum datang, maka sesuai dengan tahapan yang kami sampaikan bahwa tanggal 13 September, jam 00.00 WIB, maka berikutnya kami dalam pleno jam 00.01 WIB, kami nyatakan ditutup dan tidak ada bakal pasangan calon yang mendaftar,” ujar Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kabupaten Kediri, Anwar Anshori.
Dengan ditutupnya perpanjangan pendaftaran bakal calon, maka hanya ada satu pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri, yakni Hanindhito Himawan Pramono – Dewi Maria Ulfa.
Pasca penutupan perpanjangan pendaftaran, KPU Kabupaten Kediri akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap bakal pasangan calon di rumah sakit Saiful Anwar Malang pada 15-16 September 2020.
“Calon tunggal belum, kita nunggu penetapan. Karena masih ada tahapan selanjutnya setelah hasil pemeriksaan kesehatan, hasilnya bagaimana. Kemudian kita ada juga tahapan verifikasi syarat calon. Maka setelah tahapan ini kita lalui dan disitu memenuhi syarat, maka nanti KPU Kabupaten Kediri pada tanggal 23 September 2020 akan melakukan penetapan pasangan calon yang telah memenuhi syarat,” ujarnya.
Sebelumnya, bakal calon Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramono mengaku khawatir ketika ditanya terkait pencalonan dirinya yang sangat berpotensi sebagai calon tunggal dalam Pilbup 2020.
“Kekhawatiran itu ada, kalau bumbung kosong kita tidak dapat mengukur pergerakan dari bumbung kosong tersebut. Kalau kita ada lawan head to head maka kita bisa mengukur ada data-data statistik yang terlihat, kalau bumbung kosong ini kan sesuatu pergerakan yang tidak terukur,” ujar Dito ini.
Namun Dito meyakini jika bumbu kosong tidak begitu signifikan (suaranya) di Kabupaten Kediri. Keyakinan ini didasari karena dirinya telah mendapat dukungan dari semua partai yang ada di parlemen maupun non parlemen.
“Dan keinginan masyarakat Kabupaten Kediri untuk perubahan,” pungkasnya. (rh/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





