Pemprov Jatim Dorong Relokasi Warga Terdampak Erupsi Semeru

Yovie Wicaksono - 15 December 2021
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mendorong proses relokasi lahan bagi warga terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kediri untuk menghadiri peresmian SMA Negeri 5 Taruna Brawijaya, Selasa (14/12/2021).

“Tim dari Dinas Kehutanan Provinsi, Tim dari Drive Dinas Perhutani, tim dari Pemkab hari ini melakukan pengecekan di 2 titik. Titik ke 1 ada lahan 79 hektar, 1 sekitar 9 hektar. Sementara menurut data terakhir kita butuh sekitar 89 hektar, tetap semua dipetakan sesuai dengan data terakhir. Nah sekarang sementara surat ke Kementerian KLHK sudah diajukan dari Bupati Lumajang,” ujar Khofifah.

Khofifah berharap saat masa tanggap darurat 14 hari selesai, peta penetapan lahan sudah rampung, sehingga masyarakat bisa hidup tenang.

“Karena yang saya tanya di pengungsian, di rumah sakit itu selalu mereka sampaikan tentang rumah. Termasuk saya sempat bertanya kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, tentang apa keluhan mayoritas warga? ternyata lebih banyak bertanya tentang kepastian rumah mereka,” ungkapnya.

Pada umumnya, para warga menginginkan sebuah rumah yang aman, bukan bertempat tinggal  di daerah yang rentan terjadi bencana. Khofifah mengaku keluhan ini sudah ia sampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Lumajang pada 7 Desember 2021 lalu.

“Mudah-mudahan setelah cek lapangan, ada rekomendasi ke Kementerian Direktor Jendral Planologi. Kementerian KLHK juga sudah mengintruksikan tim untuk cek lapanganya,” katanya.

Ia kembali menjelaskan, sesuai tupoksinya, untuk konstruksi ditangani secara  langsung oleh BNPB, sementara  pembangunan rumah warga akan ditangani Kementerian PUPR. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.