Pemkot Mojokerto Gelar Duta Antinarkoba Lindungi Generasi Muda
SR, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba salah satunya lewat pemilihan Duta Antinarkoba.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Selasa (27/10/2026), mengatakan melalui peran duta dari kalangan sebaya, edukasi diharapkan dapat menjangkau lebih luas dan membangun kesadaran bersama tentang bahaya narkoba.
“Pemilihan ini lahir dari sebuah kegelisahan melihat betapa masifnya narkoba mengancam bangsa ini, tidak terkecuali di Kota Mojokerto,” tutur Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Ia mengemukakan, pembentukan Duta Antinarkoba berangkat dari kepedulian terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Ada sesuatu yang sangat mendasar mengapa kita harus membentuk Duta Antinarkoba. Ini bukan semata-mata ajang untuk mencari pemuda-pemuda yang punya talenta atau menampilkan potensi terbaik mereka,” katanya.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, dan masyarakat. Namun, upaya promotif dan preventif perlu terus diperkuat agar generasi muda dapat terlindungi sebelum terpapar narkoba.
“Kita selamatkan sebelum terjadi. Kita ikhtiarkan agar mereka tidak terpapar daripada harus mengobati. Itulah yang melandasi lahirnya Duta Antinarkoba. Para pemuda yang sebaya tentu bisa berkomunikasi dengan frekuensi yang sama,” tuturnya.
Ning Ita berharap, para duta terpilih mampu menjadi penggerak edukasi bahaya narkoba di kalangan teman sebaya. Kedekatan usia dan pengalaman diharapkan membuat pesan pencegahan lebih mudah diterima, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan sinergi berbagai pihak. Kehadiran Duta Antinarkoba diharapkan memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat gerakan bersama yang melibatkan BNN, kepolisian, pemerintah daerah, institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
“Melawan narkoba tidak bisa kita lakukan sendirian. Gerakan yang sangat masif tentu harus dilawan dengan strategi yang masif, terukur, dan menggunakan kekuatan kolaborasi lintas sektor,” ucapnya.
Kepala BNN Kota Mojokerto Damar Bastiar Amarapit menyampaikan bahwa Pemilihan Duta Antinarkoba Tahun 2026 menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).
“Melalui pemilihan ini, kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kepedulian, integritas, dan komitmen untuk menyebarluaskan informasi tentang bahaya narkoba. Duta Antinarkoba diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus penggerak di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Evan Ong dari SMA Katolik St Thomas Aquino dan Silvia Nadhifa dari SMKN 2 Kota Mojokerto terpilih sebagai Duta Antinarkoba Kota Mojokerto Tahun 2026. (*/ant/red)
Tags: anak muda, antinarkoba, mojokerto, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





