Perusahaan Turki Impor Kopi Indonesia Senilai Rp 224 Miliar
SR, Ankara – PT Marmara Indonesia Pratama dan Kumtel Gida Sanayi ve Tic A.S.menandatangani perjanjian pembelian biji kopi robusta asal Indonesia senilai USD 13,5 juta (Rp 224 miliar) untuk pasar Turki (25/11/2025).
Penandatanganan perjanjian tersebut disaksikan langsung oleh Duta Besar RI-Ankara, Achmad Rizal Purnama di kantor KBRI Ankara.
”Ini adalah hari yang indah untuk Kopi Indonesia. Hari ini juga hari yang penting bagi produk Kopi Indonesia di Turki”. ”Momen ini, baru permulaan upaya sistematis Perwakilan RI di Turki untuk dorong Kopi Indonesia banjiri pasar Turki”, ujar Dubes Rizal saat menyaksikan penandatanganan perjanjian tersebut di KBRI Ankara.
Melalui perjanjian tersebut, Ekspor kopi Indonesia ke Turki akan naik 10 kali lipat dibanding tahun 2024. Berdasarkan data BPS Indonesia, di tahun 2024 ekspor kopi Indonesia ke Turki bernilai USD 1,1 juta.
PT Marmara Indonesia Pratama dan Kumtel Gida Sanayi ve Tic A.S. telah menjalin komunikasi beberapa tahun terakhir sejak pameran Coffex Istanbul di tahun 2022. Di tahun 2025 ini, Kumtel Gida telah mengimpor sebanyak 10 kontainer kopi dari Indonesia sebagai uji coba awal.
Meskipun terkenal dengan ”Turkish Coffee”, Turki bukan negara penghasil Kopi dan mayoritas biji kopinya didapatkan dari impor. Turki merupakan negara net importir kopi dengan nilai mencapai USD 698 Juta. Turki mayoritas mengimpor kopi dari Brazil (63,9% pangsa pasar kopi Turki), Belanda (6,3%), dan Jerman (3,9%). Pasar Indonesia hanya sebesar 0,1% dari keseluruhan pasar Turki.
Di saat yang sama, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 dan eksportir ke-7 dunia dengan nilai ekspor mencapai USD 2,2 miliar yang menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai kapasitas untuk menjawab kebutuhan impor Turki. Permintaan kopi di Turki juga tercatat meningkat seiring dengan semakin tingginya konsumsi kopi perkapita yang saat ini mencapai 1,5 kg pertahun, meningkat 4 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.
”Saya targetkan dalam beberapa tahun kedepan, Indonesia bisa menguasai 20% pasar kopi di Turki, dengan nilai impor kopi yang meningkat menjadi lebih dari USD 150 juta dari yang sebelumnya hanya sekitar 0,1% pangsa pasar di Turki. Saya telah bertemu dengan sejumlah importir kopi di Turki dan yakin bahwa kualitas kopi Indonesia mampu bersaing dengan negara lain,” ujar Dubes Rizal.Selain kebutuhan untuk produk Turkish Coffee, konsumen di Turki juga menunjukkan minat yang semakin besar terhadap specialty coffee, sebuah segmen di mana Indonesia memiliki keunggulan. Biji kopi Aceh Gayo, Flores, Toraja, dan Java memiliki potensi besar untuk terus ditingkatkan ekspornya ke Turki. Pemanfaatan kopi Indonesia dalam industri Turkish Coffee maupun specialty coffee diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan volume perdagangan Indonesia-Turki.
KBRI Ankara akan terus mendorong peningkatan nilai perdagangan Indonesia dan Turki. Di sektor kopi, KBRI Ankara akan terus menjembatani perusahaan kedua negara dalam memperluas pasar kopi Indonesia di Turki. Peningkatan ekspor kopi Indonesia diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian target perdagangan bilateral sebesar USD 10 miliar per tahun yang telah ditetapkan oleh Presiden kedua negara. (*/red)
Tags: impor, Kopi Robusta, perusahaan turki, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





