AMN Surabaya Gelar Upacara Sumpah Pemuda Berbaju Adat
SR, Surabaya – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya, Rabu (28/10/2026), menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman budaya. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai daerah yang mengenakan pakaian adat masing-masing saat upacara bendera.
Direktur Eksekutif AMN Surabaya, Dhian Satria Yudha Kartika, mengatakan peringatan tahun ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus kepedulian generasi muda terhadap berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan jiwa patriotik, kegigihan, dan empati pada anak-anak muda, khususnya mahasiswa yang tinggal di Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman latar belakang mahasiswa menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan memahami budaya satu sama lain. Semangat persatuan tersebut diharapkan tidak hanya tercermin dalam peringatan seremonial, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan asrama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana adat yang diikuti 13 peserta. Dalam kegiatan tersebut, setiap peserta menampilkan pakaian tradisional dari daerah masing-masing, disertai penjelasan mengenai ciri khas dan keunikan busana yang dikenakan.
“Di AMN Surabaya ini ada 38 provinsi sehingga mereka bisa menunjukkan keberagaman berbeda suku budaya, akan tetapi kita dipersatukan dalam Pancasila dan kebhinekaan di Indonesia ini,” kata Dhian.
Semangat keberagaman juga dirasakan Suci Hidayanti, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya asal Sulawesi Barat yang telah tinggal di AMN selama tiga bulan. Ia mengaku tertarik tinggal di asrama karena berkesempatan mengenal mahasiswa dari berbagai daerah tanpa harus mengunjungi daerah asal mereka secara langsung.
Pengalaman tinggal bersama mahasiswa dari berbagai daerah membuat Suci harus beradaptasi dengan perbedaan bahasa dan budaya. Meski sempat mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, interaksi sehari-hari dengan teman-teman asrama dapat membantunya untuk saling memahami.
“Awalnya agak canggung karena berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda. Namun, seiring berjalannya waktu, kami saling memahami bahasa daerah masing-masing,” kata Suci.
Menurut Suci, pengalaman tersebut mengajarkannya untuk menghargai perbedaan dan membangun kebersamaan. Ia berharap generasi muda tidak menjadikan perbedaan suku, daerah, bahasa, maupun budaya sebagai alasan untuk saling merendahkan.
Melalui peringatan Sumpah Pemuda, AMN Surabaya berupaya menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal keberagaman budaya sekaligus memperkuat semangat persatuan. Pengalaman mahasiswa yang hidup berdampingan dengan latar belakang berbeda menjadi salah satu gambaran penerapan nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari. (*/red)
Tags: Asrama Mahasiswa Nusantara, beragam busana, ragam budaya, sumpah pemuda, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





