Pemkot Gelar Opening Night Surabaya Cross Culture

Yovie Wicaksono - 18 July 2023

SR, Surabaya – Pemerintah Kota menggelar Opening Show Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (SCCIFAF) 2023 di Halaman Taman Surya, Balai Budaya Kota Surabaya, Senin (17/7/2023) malam.

Para delegasi dari 8 negara dan 9 daerah disambut dengan Reog Ponorogo yang berjajar sepanjang red carpet. Setelah melewati kesenian khas Ponorogo tersebut, para delegasi disuguhkan makan malam yang menjadi ciri khas Indonesia, diantaranya bakso, rawon, sate ayam, es manado, es buah, dan lainnya.

Opening Show SCCIFAF tersebut dibuka dengan tampilan Paduan Suara Universitas Surabaya serta Tari Remo. Kemudian juga berbagai tarian tradisional Indonesia seperti Tari Whulandaru dari Sanggar Tari Mulyo Joyo, Tari Cak Juan dari Sanggar Tari Goong Prada, Tari Kembang Pegon dari Sanggar tari Gito Maron, Mask Percussion dari Dimar Dance Theatre, Pencak Silat dari IPSI Surabaya, Hip Hop Dance, Tari Ganongan serta Reog dari Purbaya Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan, opening night SCCIFAF merupakan rangkaian dari acara pembuka. Sedangkan puncak acaranya, akan berlangsung pada Kamis, 20 Juli 2023. Pada puncak acara nanti, seluruh delegasi dari dalam maupun luar negeri akan menunjukkan penampilannya di halaman Balai Kota Surabaya.

“Tapi dalam opening ini juga sangat luar biasa. Semua delegasi yang hadir mengucapkan takjub dengan apa yang ditampilkan Kota Surabaya dan berterima kasih dengan apa yang sudah kita sambut pada malam hari ini,” ujar Eri Cahyadi usai acara.

Ia menyebut, sebelumnya seluruh delegasi juga sudah berkeliling ke tempat-tempat destinasi wisata dan mal yang ada di Surabaya. Seluruhnya pun mengaku nyaman dan menikmati tinggal di Kota Pahlawan.

“Mereka juga enjoy (menikmati) di Surabaya. Dan tadi saya sampaikan, saya mengapresiasi dengan penampilan – penampilan mereka yang kemarin ada di Jalan Tunjungan. Dan Insyaallah mereka nanti akan tampil di masing-masing mal keliling,” ujarnya.

Ada satu catatan yang membuat Eri Cahyadi merasa bahagia dengan hadirnya para delegasi mancanegara di Surabaya. Dimana para delegasi ini mengaku nyaman dengan culture budaya warga Surabaya yang terkenal ramah.

“Karena orang Surabaya ramah, seperti friendly dan itu yang menjadi kebahagiaan buat saya. Sehingga apa? bagaimana membangun Surabaya ini dengan guyub-rukun, gotong-royong bisa terwujud dengan pengakuan dari dunia luar bahwa Surabaya orangnya ramah-ramah,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati menyebut, sebelum menikmati welcome dinner di halaman balai kota, pada pagi hingga siang harinya, para delegasi mengikuti rangkaian acara city tour.

“Tadi pagi juga ada keliling city tour ke Tugu Pahlawan, Gereja Santa Perawan Maria di Jalan Kepanjen dan yang pasti mereka juga ke Surabaya Kriya Gallery (SKG) untuk beli oleh-oleh khas Surabaya,” kata Wiwiek usai acara.

Menurut dia, Surabaya Cross Culture Festival merupakan event yang berpotensi untuk bisa dikembangkan lebih jauh lagi ke tingkat nasional. Bahkan, saat ini, SCCIFAF telah masuk dalam kalender event tahunan Kota Surabaya.

“Malam hari ini banyak orang yang menikmati. Sehingga yang benar-benar kita tawarkan adalah hospitality (keramahan) sama keragaman corak budaya kita. Termasuk makanan, kuliner-kuliner yang kita sediakan hari ini menjadi sesuatu daya tarik untuk mereka datang kembali,” tandasnya. (ag/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.