Pembatalan Seluruh Perjalanan KA Penumpang Jarak Menengah dan Jauh Diperpanjang 

Yovie Wicaksono - 27 April 2020
Ilustrasi. Suasana di Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (19/3/2020). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira).

SR, Surabaya – PT KAI Daop 8 Surabaya kembali memperpanjang masa pembatalan perjalanan KA Jarak Jauh/Menengahnya hingga 31 Mei 2020.

Hal tersebut dalam rangka mendukung program pemerintah terkait larangan mudik pada masa angkutan Idulfitri 1441 H, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor : PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H, dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Pembatalan perjalanan KA Jarak Menengah/Jauh ini, untuk sementara ditetapkan hingga 31 Mei  2020, sambil dilakukan evaluasi mengikuti perkembangan di lapangan. Sesuai dengan PM 25 Tahun 2020, Larangan sementara penggunaan sarana transportasi mulai berlaku pada 24 April 2020 sampai dengan 31 Mei  2020. Dimana batas waktunya masih bisa diperpanjang kembali. Jika terdapat perpanjangan waktu pembatalan operasional perjalanan KA, maka akan diinformasikan kembali secara resmi,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto, Senin (27/4/2020).

Ia mengatakan, total ada 41 perjalanan KA Jarak Jauh/Menengah yang tidak beroperasional hingga 31 Mei 2020 di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya, dengan tujuan kota dari KA Jarak Jauh/Menengah tersebut diantaranya KA yang menuju Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Cirebon, Purwokerto, Jember, dan Banyuwangi.

Bagi calon penumpang KA Jarak Menengah/Jauh yang sudah memiliki tiket, akan dikembalikan penuh atau 100 persen di luar bea pesan oleh KAI dengan dihubungi oleh Contact Center KAI 121 untuk mendapatkan panduan lebih lanjut.

Selain itu, calon penumpang juga dapat membatalkan tiketnya sendiri melalui aplikasi KAI Access yang dapat dilakukan hingga maksimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan dan uang akan ditransfer paling lambat 45 hari kemudian.

Bisa juga melakukan pembatalan tiket dengan datang langsung ke loket Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Malang, Stasiun Mojokerto, Stasiun Sidoarjo, dan Stasiun Bojonegoro, hingga maksimal 30 hari setelah jadwal keberangkatan dengan menunjukkan kode booking, dan uang akan langsung diganti secara tunai atau melalui transfer.

Suprapto menambahkan, untuk perjalanan KA Lokal di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya yang pada kondisi normal ada 46 perjalanan KA, masih terdapat 25 perjalanan KA Lokal yang masih beroperasi dan 21 perjalanan KA Lokal lainnya telah dibatalkan.

“KA Lokal yang dibatalkan tersebut diantaranya KA Komuter relasi Bangil – Surabaya Kota/pp, KA Komuter Sulam relasi Surabaya Turi – Lamongan/pp, dan KA Jenggala relasi Sidoarjo – Mojokerto/pp,” ujarnya.

Sedangkan untuk KA lokal yang masih beroperasi diantaranya KA Penataran relasi Surabaya Kota – Malang – Blitar/pp, KA Dhoho relasi Surabaya Kota – Kertosono – Blitar/pp, KA Lokal Bojonegoro relasi Sidoarjo – Surabaya  Pasar Turi – Babat/pp, dan KA Lokal Kertosono relasi Surabaya Kota – Kertosono/pp.

Sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 18 tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Timur, dan dilanjutkan dengan Keputusan Gubernur Jatim Nomor 188/202/KPTS/2020 tentang Pemberlakuan PSBB di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik terhitung mulai 28 April 2020 sampai dengan 11 Mei 2020, bagi para penumpang perkotaan agar wajib mengikuti protokol pencegahan penyebaran Covid-19 diantaranya adalah wajib menggunakan masker.

Kemudian, pembatasan daya kapasitas angkutan maksimal 50 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia, melakukan pengukuran suhu tubuh sebelum memasuki moda transportasi, dimana apabila diketemukan penumpang yang suhu badannya 38 derajat atau lebih, maka akan dilarang untuk naik kereta api dan selanjutnya bea tiket akan dikembalikan 100 persen, serta menerapkan ketentuan mengenai jaga jarak secara fisik (Physical distancing) baik pada saat antrian masuk stasiun maupun ketika di dalam kereta api.

Jumlah pembatalan tiket di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya pada periode 1 sampai dengan 26 April 2020 sebanyak 38.394 tiket. Sementara Kondisi jumlah rata – rata penumpang yang naik di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya pada periode 1 sampai dengan 26 April 2020 berkisar antara 2.000 – 5.000 penumpang per harinya atau turun 90 – 95 persen dari kondisi normal yang berjumlah 40.000 per harinya.

“Sebagai informasi, guna mendukung pasokan logistik dan bahan pangan, Daop 8 Surabaya  tetap menjalankan KA Angkutan Barang secara normal untuk pengangkutan,” ujar Suprapto. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.