Peluncuran Buku Tjuk Kasturi Sukiadi “Sang Nasionalis” di BK3S Jatim

Yovie Wicaksono - 27 May 2021
Peluncuran Buku Tjuk Kasturi Sukiadi “Sang Nasionalis” di BK3S Jatim, Kamis (27/5/2021). Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Henri Nurcahyo, meluncurkan karya terbarunya yang terinspirasi dari salah satu tokoh Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S), yakni Tjuk Kasturi Sukiadi dengan judul “Sang Nasionalis, Menekuni dan Mengamalkan Politik Kebangsaan Demi NKRI” di gedung BK3S Jatim, Kamis (27/5/2021).

Henri mengatakan, dipilihnya judul tersebut merujuk pada sikap Tjuk Kasturi Sukiadi yang tetap memegang teguh sikap nasionalis hingga akhir hayatnya. Selain itu, pada awalnya pemilihan tokoh Tjuk Kasturi Sukiadi ini karena dirinya tiba-tiba merasa tertarik menggali lebih dalam tentang beliau.

“Saya tidak tau ingin menulis beliau itu mungkin firasat ya, padahal saat itu saya bukan murid atau keluarganya. Ini juga buku kedua saya yang saya tulis berdasarkan firasat, tahun lalu saya tulis tentang Kebun Binatang Surabaya (KBS),” ujarnya saat ditemui Super Radio.

Sosok Tjuk Kasturi Sukiadi yang merupakan doktor ilmuwan ekonomi dari Universitas Airlangga adalah seorang tokoh masyarakat yang memiliki sikap nasionalis, pancasilais, soekarnois dan berperan dalam beragam gerakan aktivis yakni GSNI, GMNI, serta reformasi. Setelah mengetahui hal ini, semakin bertambahlah kekagumannya.

Berawal dari kekagumannya ini, Henri ingin memberikan hadiah dengan merilis buku tersebut disaat Tjuk Kasturi Sukiadi menginjak usia 76 tahun pada 23 Mei 2021, namun hal itu gagal terlaksana karena beliau lebih dulu berpulang pada 16 Januari karena terinfeksi Covid-19 sejak Desember 2020.

Hal inilah yang sempat menjadi kendala bagi Henri dalam penyelesaian bukunya. Selain karena masih dalam suasana sedih, dirinya juga menjadi kekurangan bahan untuk ditulis, padahal target pengerjaannya hanya 3 bulan dari Februari hingga April 2021. Sehingga dirinya beralih mencari kelengkapan data-data tersebut melalui akun facebook Tjuk Kasturi Sukiadi.

“Tantangannya saya kesulitan cari bahan, bahkan foto-foto ini juga saya cari kemana-mana gak ketemu padahal harus selesai tepat waktu. Saya sangat tertolong dengan facebook,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, isi dalam buku ini lebih kepada memora yang menjabarkan bagaimana pandangan dan pemikiran seorang Tjuk Kasturi Sukiadi terkait banyak hal, biografi, serta kisah humanis antara beliau dengan sang istri Indijati yang lebih tua 7 tahun dari beliau.

“Kalau saya sebutnya bukunya berisi memora, jadi ada biografi, ada pandangan dan pemikiran dia. Mulai dari sikap beliau yang mau berteman dengan siapa saja, kepeduliannya pada pendidikan, peristiwa lapindo, kritikannya pada wali kota, perjalanan beliau selama hidup, ada juga kisah-kisah yang sifatnya humanis tentang Pak Tjuk Kasturi Sukiadi dan istrinya Indijati yang lebih tua 7 tahun,” terangnya.

Dengan adanya buku ini, ia berharap para pembaca terutama anak muda dan masyarakat dapat bisa meneladani, meneruskan cita-citanya, dan tetap menjadi nasionalis, dan pancasilais.

Sementara itu, Ketua Umum BK3S Jatim, Pinky Saptandari mengungkapkan kekagumannya pada sosok Tjuk Kasturi Sukiadi dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Henri yang telah menerbitkan buku ini.

“Luar biasa jasa pak Tjuk itu, beliau memperjuangkan tanah ini lalu memperjuangkan kita di mata nasional, disegani karena tidak banyak BK3S di Provinsi yang masih eksis hingga sekarang, jadi kita satu diantara sedikit dan itu karena beliau. Saya juga berterima kasih dan bersyukur karena dengan buku ini jadi salah satu cara kita menghargai dan mengenang beliau,” ucapnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.