Pelajar SD Negeri Banjarkemantren 2 Sidoarjo Ikuti Sikat Gigi Bersama

Yovie Wicaksono - 18 October 2022
Pelajar SD Negeri Banjarkemantren 2 Sidoarjo Ikuti Sikat Gigi Bersama, Selasa (18/10/2022). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Puluhan pelajar kelas 2 SD Negeri Banjarkemantren 2, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, melakukan sikat gigi bersama, Selasa (18/10/2022).

Sebelum pelaksanaan sikat gigi bersama, para pelajar ini diberikan penyuluhan dan edukasi cara menyikat gigi yang baik dan benar oleh petugas Puskesmas Buduran Sidoarjo dengan media edukasi phantom gigi yang telah dimodifikasi sedemikian rupa menjadi boneka “Danil”.

Para murid nampak antusias mendengarkan pengarahan sekaligus mempraktikkan cara menggosok gigi, sesuai dengan instruksi.

“Tadi belajar sikat gigi bersama teman-teman. Cara sikat giginya beda sama yang biasa di rumah, lebih susah ini tapi senang,” ujar salah satu pelajar kelas 2B SD Negeri Banjarkemantren 2, Najwa Cilmia.

Petugas terapis gigi dan mulut Puskesmas Buduran Sidoarjo, Syaiful Arif mengatakan, tujuan penyuluhan dan edukasi ini, untuk membentuk Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sedini mungkin, salah satunya dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut yang merupakan sumber masuknya kuman dan bakteri ke dalam tubuh manusia.

Para murid ini diminta membiasakan sikat gigi 2 kali sehari secara rutin demi menjaga kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari penyakit.

“Alhamdulillah tadi anak-anak sangat kooperatif sekali, saat diberikan penyuluhan juga mendengarkan, saat gosok gigi juga dipraktikkan sesuai apa yang kita sampaikan tadi,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan 2x dalam satu tahun ini dimulai dari gigi dan mulut, telinga, hingga kebersihan kulit dan kuku.

“Hasil penjaringan tadi kalau dari gigi dewasa masih sehat dan bagus. Memang untuk yang gigi susu banyak yang lubang dan itu nanti kan ganti menjadi gigi dewasa. Lalu untuk kesehatan lainnya kebanyakan di telinga, ada kotoran atau serumen. Selebihnya tidak ada,” kata Arif.

Hasil pemeriksaan selanjutnya direkap dan disampaikan ke guru UKS, untuk perlu dilakukan tindakan lanjutan.

“Misalnya kalau serumen-nya tidak terlalu keras bisa diambil secara mandiri minta bantuan orang tua di rumah. Tapi kalau misalkan ada serumen yang sudah membatu itu harus dirujuk ke puskesmas dengan ditetesi obat kemudian bisa diambil,” jelasnya.

Selain memberikan penyuluhan dan edukasi terkait menjaga kesehatan gigi dan mulut, juga disampaikan untuk tetap menjaga protokol kesehatan di tengah Covid-19 mulai dari menjaga jarak, mencuci tangan, dan tetap menggunakan masker.

Kemudian, cara memilih jajanan yang sehat seperti jajanan yang tertutup dan mengurangi jajanan berwarna.

“Kami menekankan lebih ke penjualnya juga, misalnya kalau penjualnya habis pegang sesuatu dan tidak cuci tangan dulu saat melayani kami minta anak-anak untuk menegurnya,” kata Arif.

Petugas puskesmas juga melakukan penjaringan kesehatan atau screening untuk mendeteksi dini siswa yang memiliki masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin serta tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan kesehatan peserta didik. (fos/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.