PDI Perjuangan Tergerak Bantu Keterpurukan Sentra Kulit Tanggulangin

Rudy Hartono - 26 July 2024

SR, Surabaya – PDI Perjuangan Jatim akan perjuangkan nasib industri kulit dan kerajinan Tanggulangin Sidoarjo yang terancam mangkrak.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (Jatim) Budi Sulistyono (Kanang) usai menerima audiensi kelompok perajin Industri Tas dan Koper (Intako) Tanggulangin Sidoarjo, Kamis (25/7/2024).

Adapun giat dihadiri segenap pengurus ketua,  sekretaris, dan bendahara (KSB) PDI Perjuangan Jatim di ruang rapat lantai 1 kantor DPD.

“Ayo kita jalankan bareng. Maka market harus kita lihat, kita potret apa maunya pasar, apakah ada lembaga yang bisa mendampingi seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perajin di Tanggulangin menyuarakan keluhannya. Perwakilan UMKM Tanggulangin, Makhbub Junaedi menyebut, kondisi perputaran ekonomi di sana sudah tak berjalan.

Tanggulangin yang dulu menjadi ikon perdagangan kerajinan kulit kini berada di ujung tanduk. Penjualan sepi peminat, pemasaran sulit, pun dengan mencari regenerasi perajin.

“Akhirnya ada revitalisasi berupa perbaikan jalan betonisasi tapi itu saya kritisi juga. Karena harusnya yang direvitalisasi itu industrinya karena regenerasi perajin ini sudah sulit,” ucapnya.

Meski sebelumnya diwacanakan digitalisasi, namun ada kesenjangan pengetahuan yang membuat program tersebut tak berdampak signifikan, dan tidak merata.

“Mestinya pemerintah saat itu didata. Hampir 300 UKM itu gak semuanya UKM, hanya 15 persen yang perajin, ketika diberikan program digitalisasi itu tidak tersentuh,” ungkapnya.

Belum lagi dengan persaingan pasar yang sangat cepat, hingga persoalan koperasi. “Tanggulangin itu menjadi kebanggaan Indonesia. Orang Malaysia Singapura itu bangga melihat Tanggulangin, tapi ketika terpuruk itu tidak ada yang menengok,” tuturnya.

“Baru kali ini ada sebuah partai, baru dari PDI Perjuangan yang secara langsung peduli pada situasi kondisi Tanggulangin,” sebutnya.

Mendengar hal tersebut, Kanang turut menyampaikan keprihatinannya. Ia mengaku miris pada kondisi yang terjadi.

Menurutnya persoalan yang menimpa perajin di Tanggulangin sangat kompleks dan saling terkait hingga pemerintah pusat, sehingga butuh pembahasan mendalam.

“Bagaimana tantangan ini menjadi peluang, termasuk teknologinya. Berapa yang harus kita beli untuk bisa bersaing di dunia internasional, maka menurut saya, menyelesaikan ini tidak instan,” tuturnya Kanang.

Hal serupa disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Said Abdullah. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan legislator mulai dari tingkatan Kabupaten Sidoarjo, Jatim, hingga Pusat untuk mengawal dan membedah akar permasalahannya.

Setelah itu akan dirumuskan bersama upaya untuk menghidupkan kembali industri kerajinan kulit di Tanggulangin Sidoarjo. “Ini kan bukan orang per orang, ini aset ikon Jawa Timur jadi redup. Harusnya pemprov punya tanggung jawab,” sebutnya.

“DPD akan membantu sampai masalahnya terurai betul. Menyelesaikan ini butuh assessment secara rinci sambil melakukan rebranding , membentuk mindset bahwa Tanggulangin milik bersama agar ‘legend’ kembali,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.