Abdul Ghoni Ajak Mahasiswa Berpikir Objektif Menyikapi Permasalahan Kenaikan Harga BBM

Yovie Wicaksono - 14 September 2022

SR, Surabaya – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am menekankan kepada mahasiswa agar lebih objektif dalam melihat fenomena kenaikan harga BBM.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bertajuk ‘Urgensi Penyesuaian Harga BBM di saat Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19’ yang digelar Himpunan Mahasiswa Hukum Tata negara (HMP HTN) pada Selasa (13/9/2022).

“Seyogyanya sebagai mahasiswa bisa memaksimalkan fungsinya sebagai agent of change dan agent of control, kita harus berpikiran seobjektif mungkin dalam permasalah ini,” ujar Ghoni.

Terlebih, dia menjelaskan, Pemkot Surabaya sudah berupaya dalam mengatasi kenaikan BBM bersubsidi dari sektor ekonomi hingga sektor kesehatan. 

“Kami sudah mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kami juga mengupayakan kenaikan upah minimum kerja (UMK) dengan regulasi yang ada,” ujarnya dihadapan lebih dari 100 mahasiswa hukum dari masing-masing universitas dan perguruan tinggi se-Surabaya. 

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Alvin Maulana menambahkan, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM ibarat menelan pil pahit yang dirasakan oleh masyarakat.

“Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi memang terasa pahit bagi masyarakat dan pemerintah sendiri. Dari berbagai pilihan yang dihadapi pemerintah, keputusan tersebut merupakan yang terbaik dari pilihan yang ada,” ujarnya.

Namun, lanjut Alvin, pemerintah menggantikannya dengan bantuan tunai ke masyarakat menengah ke bawah agar subsidi tersebut tepat sasaran. 

“Subsidi BBM saat ini di alihkan dengan bantuan tunai yang diberikan setiap bulan supaya subsidi tersebut lebih tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.