PDI Perjuangan Siaga Krisis Global: Instruksikan Efisiensi Anggaran dan Pengawasan Ketat APBD
SR, Surabaya – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memberikan peringatan keras kepada seluruh kader dan anggota fraksi di Surabaya mengenai ancaman krisis global yang kian nyata. Dalam peringatan Nuzulul Qur’an DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya di Gedung Wanita, Senin (9/3/2026), situasi ekonomi dunia disebut sedang berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jatim, Didik Prasetyo, mengungkapkan bahwa konflik dunia telah memicu lonjakan harga minyak mentah yang signifikan. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi perekonomian nasional maupun daerah. Didik menekankan bahwa meskipun Indonesia adalah eksportir BBM, status neraca saat ini tetaplah net importir yang sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak dunia.
Peringatan ini diperkuat dengan fakta bahwa negara tetangga seperti Filipina telah menerapkan kebijakan empat hari kerja demi menghemat penggunaan BBM. Menurut Didik, Indonesia tidak boleh lengah karena tekanan fiskal terhadap subsidi dan belanja operasional akan semakin berat seiring kenaikan biaya energi global.
Menyikapi hal tersebut, DPP PDI Perjuangan telah mengeluarkan lima instruksi strategis yang wajib dijalankan oleh seluruh elemen partai.
Instruksi pertama mewajibkan anggota fraksi di DPRD untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan APBD secara konstruktif dan bertanggung jawab. Langkah ini diambil guna memastikan setiap rupiah dalam anggaran daerah tepat sasaran di tengah krisis.
Kedua, para anggota dewan diperintahkan untuk melakukan analisis komprehensif terhadap dampak fiskal dari krisis minyak ini terhadap struktur APBD.
Penghitungan ini mencakup konsekuensi terhadap belanja pelayanan publik dan belanja operasional daerah. Hal ini penting untuk memetakan sejauh mana kekuatan anggaran Surabaya dalam melindungi rakyatnya dari hantaman ekonomi.
Instruksi ketiga menekankan pada efisiensi anggaran yang sangat ketat. PDI Perjuangan menginstruksikan agar kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial dan perayaan yang tidak mendesak segera dikurangi atau ditunda.
Fokus utama kebijakan fiskal harus dialihkan sepenuhnya untuk memprioritaskan belanja yang menyentuh langsung kepentingan rakyat kecil.
Keempat, seluruh kader diinstruksikan untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan dan biaya distribusi akibat gejolak energi.
Stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga di pasar harus dipastikan melalui pengawasan ketat dan pelaksanaan operasi pasar jika diperlukan. Hal ini merupakan langkah mitigasi agar inflasi tidak membebani daya beli masyarakat Surabaya.
Instruksi kelima adalah memperkuat jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan, termasuk buruh, petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Didik menegaskan bahwa dalam situasi sulit, kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.
“Partai harus hadir memberikan ketenangan, arah, dan solusi bagi masyarakat di tengah ketidakpastian global,” tegas Didik. (js/red)
Tags: efisiensi anggaran, instruksi dpp pdip, Krisis Global, siaga, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





