Misa Paskah di Rumah, Perjumpaan Pribadi dengan Keluarga dan Tuhan Lebih Terasa

Yovie Wicaksono - 13 April 2020
Misa Paskah Online Paroki Ratu Pencinta Damai Surabaya yang dipimpin oleh Romo Novan CM, Minggu (12/4/2020). Foto : (Youtube)

SR, Surabaya – Pandemi virus corona (Covid-19) tak menyurutkan berkat, kemeriahan, maupun suka cita umat Katolik dalam perayaan Hari Raya Paskah pada Minggu (12/4/2020).

Meskipun perayaan kali ini berbeda, dimana gereja katolik menggelar misa tanpa kehadiran umat, namun perjumpaan secara pribadi dengan keluarga dan Tuhan jauh lebih terasa.

Hal itulah yang dirasakan Juventius Djoko Susilo ketika mengikuti misa online Paroki Ratu Pencinta Damai Surabaya yang dipimpin oleh Romo Novan CM melalui youtube bersama keluarganya di rumah, Minggu (12/4/2020), pukul 07.30 WIB.

Pria berusia 45 tahun ini mengaku bersyukur, karena telah diberikan kesempatan untuk menjalankan rangkaian perayaan Paskah kali ini bersama dengan keluarganya. Dimana pada perayaan sebelumnya, terkadang ia tak bisa menghadiri misa bersama keluarga karena kesibukannya sebagai karyawan swasta.

“Kadang sering kali kita misa secara komunal tidak bisa bersama-sama. Misalnya saat Kamis Putih saya harus pulang malam dan sebagainya sehingga tidak bisa mendampingi keluarga, tapi untuk kali ini saya diberi kesempatan untuk bisa mengikuti misa bersama keluarga,” ujarnya, Minggu (12/4/2020).

Baginya, suka cita paskah tetap sama ketika merayakan di gereja atau di rumah bersama keluarga, karena paskah adalah perayaan keimanan. Melalui Paskah kali ini, ia merasakan betapa luar biasanya kebersamaan dan kedekatan dalam sebuah keluarga.

“Dalam situasi ini kita diminta atau bahkan diajarkan bahwa waktu untuk keluarga itu sangat penting. Kita mengalami perjumpaan secara pribadi dengan keluarga dan secara pribadi dengan Tuhan,” ujarnya.

Terkait bagaimana proses pelaksanaan misa online, Djoko mengatakan, secara tata cara tidak jauh berbeda dengan prosesi misa saat di gereja. Dimana umat bersatu dalam doa bersama dirumah. Keluarga berkumpul di sebuah ruangan seperti ruang keluarga atau ruang tamu dengan mengenakan pakaian yang sopan.

Kemudian ruangan yang digunakan hendaknya bersih dan rapi sehingga nyaman untuk berdoa, serta mengikuti tata cara yang telah ditetapkan dalam Buku Panduan Teknis Pekan Suci Tanpa Umat 2020 yang diterbitkan oleh Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya.

“Ketika misa online kita tidak menerima komuni, tetapi kita meyakini dan mengimani bahwa pada saat itu Tuhan hadir bersama kita. Bisa dibilang komuni batin,” katanya.

Dalam perayaan Paskah kali ini, Djoko berharap agar bumi ini bisa melalui pandemi Covid-29. Sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti semula, melakukan perjumpaan dengan orang lain tapa ada rasa khawatir.

“Saya ucapkan selamat Paskah kepada semua saudara. Ayo tetap kita dukung apa yang sudah diamanatkan oleh pemerintah bahwa kita harus mencegah penyebaran corona dengan physical distancing, jadi bukan berarti kita tidak beribadah, tapi kita beribadah bersama dengan keluarga di rumah,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.