Menristek Bahas Kerja Sama Bidang Teknologi dan Pengembangan Vaksin

Yovie Wicaksono - 29 July 2020
Menristek, Bambang Brodjonegoro melakukan kunjungan virtual kepada mitranya Menteri Teknologi dan Industri Turki, Mustafa Varank pada Selasa (28/7/2020). Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro melakukan kunjungan virtual kepada mitranya Menteri Teknologi dan Industri Turki, Mustafa Varank pada Selasa (28/7/2020).

Dalam kunjungan resmi secara daring tersebut, kedua Menteri membahas perkembangan teknologi serta peluang kerja sama di bidang pengembangan vaksin serta obat Covid-19, industri pesawat terbang komersial (N-219 dan R-80), satelit dan peluncuran satelit (roket) serta pengembangan teknologi pesawat tanpa awak (drone).

“Dari presentasi-presentasi yang disampaikan kedua delegasi, semakin jelas bahwa peluang konkrit kerjasama teknologi di berbagai bidang di antara Indonesia dan Turki sangat menjanjikan. Kita harus segera menindaklanjuti,” ujar Menteri Teknologi dan Industri Turki, Mustafa Varank.

Menanggapi hal tersebut, Menristek Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia sangat terbuka untuk memperkuat kerja sama di bidang-bidang yang sudah dibahas.

“Karena itu kita setuju membahas memorandum kesepakatan di masing-masing bidang sesegera mungkin dan juga menandatangani sebuah Perjanjian Payung diantara kedua Menteri yang akan menjadi payung bagi kerja sama-kerja sama tersebut,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Turki adalah satu dari empat negara atau pihak yang sudah mencapai kemajuan paling berarti dalam pengembangan vaksin di dunia. Sementara itu, PT. Bio Farma adalah salah satu industri vaksin paling besar di dunia Islam.

Di bidang industri pesawat terbang komersial, Indonesia memiliki pengalaman panjang. Saat ini terdapat 3 proyek pengembangan pesawat terbang yang sedang dilakukan Indonesia yaitu N-219 dan N-245 oleh PT. Dirgantara Indonesia serta R-80 oleh PT. RAI.

Di bidang satelit dan roket, Turki sudah mulai mengembangkan satelit komunikasi skala besar yang sepenuhnya merupakan buatan dalam negeri dan merupakan salah satu negara maju dalam industri roket, khususnya untuk keperluan militer. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.