Kapolrestabes Surabaya Janji Tangkap Debt Collector Pembacok Pesilat

Rudy Hartono - 1 August 2026
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan saat mendatangi lokasi unjuk rasa massa PSHT di markas debt collector (dc) di Jalan Teuku Umar, Surabaya pada Jumat (31/7/2026). (net)

SR, Surabaya – Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan akan menangkap oknum debt collector yang terbukti melakukan penganiayaan terhadap pesilat. Hal ini disampaikan Luthfie usai mengamankan demonstrasi massa pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada Jumat (31/7/2026). Luthfie menuturkan, Polda Jatim meminta agar satu terduga pelaku pembacokan segera ditangkap.

“Saya sudah sampaikan bahwa proses hukum kita lakukan secara profesional. Pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana pembacokan kita proses dan memang masih ada satu pelaku yang sampai sekarang masih kita cari,” kata Luthfie saat ditemui di markas debt collector (DC) di Jalan Teuku Umar, Surabaya.

Ia juga meminta bantuan masyarakat untuk turut memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan terduga pelaku yang masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Tolong diinformasikan juga kepada kami dan segera kita lakukan upaya paksa untuk proses penangkapan pelaku. Intinya kita yakinkan bahwa tidak ada pembedaan terhadap perlakuan semua warga,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada pembelaan terhadap pelaku dan proses penegakan hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara profesional. “Apabila menjadi korban tentu punya hak untuk juga mengetahui proses penegakan hukumnya dan kita sampaikan bahwa proses di Polrestabes Surabaya berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional,” tegasnya.

Suasana massa PSHT yang membubarkan diri setelah gagal masuk akibat dihadang masuk aparat menuju markas debt collector (dc) di Jalan Teuku Umar, Surabaya pada Jumat (31/7/2026).

Ia menyebut, ada sekitar 1.200 petugas gabungan Polri dan TNI Angkatan Darat (AD) yang mengamankan aksi demonstrasi itu. “Tidak ada (petugas luka) tidak ada. Berlangsung kondusif,” sebutnya.

Pihaknya akan memberikan kabar lebih lanjut ke depannya terkait pengusutan perkara tersebut. “Nanti terus kita informasikan. Tapi, iya, masih ada (potensi penambahan tersangka),” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, massa pesilat menggelar aksi demonstrasi di Surabaya buntut kasus pembacokan oleh oknum debt collector (DC). Aparat gabungan berusaha mengepung massa di sekitar Jalan Cokroaminoto agar tidak memasuki markas DC dengan memasang water barrier. Saat massa datang sekitar pukul 16.03 WIB, langsung diadang oleh petugas.

Hal tersebut memicu amarah massa. Massa mendesak untuk dibukakan jalan. Suasana menjadi semakin ricuh saat massa melemparkan beberapa barang, seperti batu dan kayu ke arah aparat, serta memicu aksi dorong-dorongan dengan aparat. Akhirnya massa membubarkan diri sekitar pukul 16.45 WIB. (*/red)

 

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.