Tips Bahagia Bagi Remaja

Yovie Wicaksono - 8 July 2020
Ilustrasi Bahagia (Foto : Istimewa)

SR, Surabaya – Bahagia adalah masa yang selalu diharapkan para remaja. Momen kebersamaan dengan teman sebaya dinilai sebagai puncak kebahagiaan. Bahagia, bukanlah hal sulit untuk dicapai.  Presidium Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jatim, Titin Swastinah mengatakan ada tips bagi para remaja bagaimana bisa hidup bahagia tanpa paksaan.

Caranya adalah mengenali diri sendiri, melalui potensi dan kelemahan diri. “Kalau sudah kita mengenali potensi dan kelemahan yang ada pada diri sendiri, maka sebenarnya kita lebih mudah untuk memaksimalkan potensi yang ada pada diri kita. Gali itu,” katanya, Selasa (7/7/2020).

Setelah mengenali diri, langkah selanjutnya adalah belajar untuk yakin pada diri sendiri. Ia mencontohkan, semua orang sukses pasti memiliki keyakinan diri. Dengan meyakinkan diri, maka apapun yang diinginkan akan bisa dilakukan. Kemudian, penting untuk menciptakan kehidupan yang kita senangi. Seperti masa depan apa yang diinginkan, dan apa yang akan diraih.

Titin menekankan, jangan sampai hanya mengikuti arus yang menyebabkan diri menjadi tidak memiliki pendirian. “Selain itu, sebaiknya kita produktif. Bukan kemudian ada orang yang sibuk, tapi sibuknya tidak produktif. Padahal kita bisa berbuat apapun yang menghasilkan sesuatu,” ujarnya.

Menentukan lingkungan sosial, baik secara nyata maupun dunia maya juga penting. Jangan sampai kita berada di lingkungan sosial yang membuat kita menjadi buruk, justru sebaiknya yang membuat kita lebih baik, lebih maju, dan berkembang.

“Jangan jadi stagnan. Jangan diem aja. Jangan hanya berada di zona nyaman dan tidak berbuat apa-apa. Padahal kita bisa berubah menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Hal yang tak kalah penting adalah menghindari pikiran maupun perkataan yang pesimistis. Seperti ‘bagaimana kalau nanti’, ‘seumpama’, ‘kalau gagal bagaimana’, padahal belum melakukan apapun.

Kemudian, penting untuk mengatur waktu khusus olahraga dan istirahat yang cukup.

Titin menambahkan, dalam lingkungan sosial juga diperlukan keberanian untuk mengatakan tidak kepada hal yang tidak kita senangi. Karena, seringkali seseorang mengatakan iya dengan alasan merasa tidak enakan  jika harus menolak atau berkata tidak kepada orang lain.

“Jangan mencari sesuatu yang sempurna. Kemudian kalau gagal merasa down. Tapi apa yang kita lakukan, kita syukuri. Jangan fokus pada masalah, tapi mulai fokus pada solusi. Apa yang harus kita lakukan. Kalau tidak sesuai ekspektasi, maka maafkan diri dan evaluasi. Jangan hanya menyalahkan diri sendiri,” ujarnya.

Titin menambahkan, apapun yang layak dicapai, mengharuskan kita untuk mengambil beberapa resiko. Namun, jangan kemudian membiarkan kegagalan yang terjadi ini menghambat diri untuk bergerak maju menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Kebahagiaan itu diciptakan oleh diri sendiri, bukan diciptakan orang lain. Semakin kita yakin pada diri sendiri maka akan semakin mudah kebahagiaan menghampiri kita,” pungkasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.