Menikmati Hidangan Restoran di Kaki Gunung Wilis

Yovie Wicaksono - 7 October 2020
Pengunjung Restoran Pagung Agro Wisata Kediri (Pari) di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri . Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Restoran Pagung Agro Wisata Kediri (Pari) di Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri yang menawarkan konsep tentang alam, ramai diperbincangkan dimedia sosial dan sempat viral.

Meski restoran yang berada di lereng kaki Gunung Wilis ini baru di buka pada 19 September kemarin, pengunjung restoran yang datang kesini mencapai ratusan orang. Mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19, pengunjung restoran terpaksa dibatasi guna menjalankan protokol kesehatan.

“Responnya menurut kami sangat luar biasa, bahkan ada pengunjung yang datang sampai tiga kali. Tetapi kita mohon maaf sekali, disini kita batasi untuk resto didepan ada waiting list juga. Jadi tidak terlalu penuh ya karena, kita sesuaikan dengan protokol kesehatan. Terutama hari Sabtu dan Minggu,” ujar Eksekutif Asiaten Manager, Ardi Himawan.
Ardi mengatakan, restoran tersebut dibuka mulai 11.00 – 19.00 WIB. Jumlah pengunjung pada hari kerja mencapai kisaran 600 orang. Sementara pada Sabtu-Minggu jumlah pengunjung yang datang mengalami kenaikan hingga mencapai 900 orang. Dari kapasitas ruangan dalam resto yang bisa mengakomodir 100 pengunjung, dikurangi menjadi 60 orang saja.

“Itu full bisa 100 orang, tapi ini kita hanya 50 sampai 60 orang saja. Sesuai protokol kesehatan. Disamping itu kita tarik meja dan kursi agar jaga jaraknya lebih nyaman, ” ujarnya.

Pengunjung yang datang bukan hanya dari kawasan kota/kabupaten Kediri saja, melainkan juga dari Nganjuk, Blitar, Trenggalek dan Tulungagung

Total luas lahan restoran secara keseluruhan mencapai 2 hektar. Namun untuk sementara, pihak pengelola baru membuka tempat penyajian makanan serta area snack corner. Untuk area Wisata menyusul akan dibuka nanti.

“Kedepanya wisata akan kita buka nanti, masih nunggu izin. Serta beberapa persiapan terakhir. Untuk wisata kita ada tanaman hidroponik, berkuda, ada kolam renang, villa, kemudian taman burung dan outbound, serta mini zoo. Belum dibuka memang,” ujarnya.

Terkait varian menu makanan, diantaranya ada nasi goreng, iga penyet, serta paling khas adalah lodeh ikan pari. Harga makanan maupun minuman disini juga cukup terjangkau.

Biasanya setelah menyantap hidangan di restoran, pengunjung tidak langsung bergegas pulang, melainkan mampir sejenak ke area foto yang menyuguhkan pemandangan perbukitan lereng Gunung Wilis serta gemerlap lampu kota Kediri di malam hari.

Selain pemandangan yang bagus, cuaca disini juga sangat sejuk. Inilah yang membuat sejumlah pengunjung betah berlama-lama disini.

Salah satu pengunjung asal Jalan Semeru, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sintiya mengaku penasaran dengan restoran Pari setelah viral di media sosial, kemudian ia mengajak suami dan anaknya untuk datang.

“Tempatnya enak banget buat wisata keluarga, bersih, udaranya segar,” ujar ibu dua anak ini. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.