Komunitas Dolan Vespa Ngabuburit ke Lereng Gunung Wilis

Yovie Wicaksono - 22 April 2021
Komunitas Dolan Vespa Ngabuburit ke Lereng Gunung Wilis. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Mendekati waktu pulang kantor, terlihat sejumlah vespa berjajar terparkir di samping kantor  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kediri.

Kendaraan keluaran tahun 1966 hingga tahun 1970 an ini adalah milik sejumlah anggota komunitas dolan vespa, yang salah satu koordinator lapangannya adalah berstatus Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu  Pintu Kota Kediri, Anang Kurniawan.

Disaat momentum bulan suci Ramadan sekarang, komunitas dolan vespa, kini mempunyai rutinitas baru yaitu ngabuburit bersama ke lereng kaki Gunung Wilis untuk mengeksplor panorama alam perbukitan serta berburu kabut di sana.

“Selama bulan puasa sudah ada 3 lokasi, kita sengaja memilih medan atau lokasi yang  cenderung naik. Kalau ngabuburit di lereng kaki Gunung Wilis rasanya adem, tidak panas seperti di perkotaan,” ujar Anang Kurniawan.

Lebih lanjut, mantan manajer Persik Kediri ini menambahkan, sedikitnya sudah ada 3 titik  lokasi yang dikunjungi yakni Air Terjun Dolo, Desa Selopanggung serta Waduk Sumber Podang yang ketiganya berada di lereng kaki Gunung Wilis.

“Tujuan kita selain refreshing sambil menunggu kumandang adzan maghrib, juga sekaligus mempererat tali silaturahmi satu sama lain. Sebenarnya siapa pun boleh ikut gabung, tidak harus memakai kendaraan vespa saja,” kata bapak empat anak ini.

Adapun anggota yang ikut ngabuburit bareng biasanya berjumlah 6-10 orang dari berbagai profesi. “Anggotanya macam-macam, ada yang tukang bengkel, ASN, bahkan wartawan juga ikut gabung kita,” katanya.

Biasanya, perjalanan yang ditempuh memakan waktu 45 menit. Setibanya di tempat yang dituju, mereka istirahat sejenak sambil mengeksplor keindahan alam sekitar. Setelah puas menikmati pemandangan alam sekitar, mendekati waktu berbuka puasa rombongan bergegas turun.

“Semuanya kita lakukan spontanitas, alias dadakan. Disamping itu, kan sejumlah tempat lokasi wisata di wilayah Kabupaten Kediri sudah mulai buka kembali,” ujarnya.

Bagi  Anang Kurniawan, ada kepuasan tersendiri ketika menempuh perjalanan menuju ke atas lereng kaki  Gunung Wilis. Selain acap kali diterpa hujan, jalan juga berkabut sehingga perlu kehati hatian dan kewaspadaan  dalam berkendara.

Meski kendaraan yang dipakai tergolong kategori  tua, namun mereka mengaku hanya menghabiskan bahan bakar 2 liter saja, itu pun masih tersisa.

“Jenis vespa yang saya naiki vespa super keluaran tahun 1966. Kan motor bekas tua, persiapan ya harus sering sering di cek aja. Kalau sudah naik ke atas sesinya beda, kan diatas rentan hujan disertai munculnya kabut, jadi perlu waspada dalam berkendara,” ujarnya.

Kedepan, Anang Kurniawan merencanakan untuk touring bersama ziarah mengunjungi makam wali lima. “Itu nanti rencananya mendekati lebaran sambil, melihat dulu ada waktu libur atau tidak. Karena minimal jarak tempuhnya dua hari itu. Jadi refreshing, sekaligus ada religinya,”  pungkasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.