Mengenal Mbah Sekak, Tokoh Siwalankerto Surabaya

Yovie Wicaksono - 15 May 2021

SR, Surabaya – Kawasan Siwalankerto, Surabaya dikenal dengan kawasan yang cukup padat. Namun di tengah dominasi bangunan berupa restoran, kafe, dan kampus, terdapat makam tertua di daerah tersebut.

Makam Mbah Sekak, demikian masyarakat setempat menyebutnya, berada di dalam kompleks Makam Islam RW. 05. Mbah Sekak adalah salah satu tokoh yang dihormati oleh masyarakat karena jasa-jasanya.

Juru Kunci Makam, Subeki (48) mengatakan, semasa hidupnya Mbah Sekak yang berprofesi sebagai pembuat arang, peduli pada lingkungan sekitar. Sambil berjualan membawa gerobak, Mbah Sekak rajin membersihkan kawasan setempat tanpa meminta imbalan.

“Makam tertua disini tandanya itu ada di nisan yang masih kuno biasanya usianya sampai 200, salah satunya ya Mbah Sekak. Beliau ini memang orang yang paling tua, sering babat-babat, nebang pohon dibuat arang. Dulu sebelum ada rumah banyak beliaunya yang membersihkan kawasan ini,” ujarnya pada Super Radio, Sabtu (15/5/2021).

Subeki menjelaskan, hingga di usia senja nya, Mbah Sekak tetap bekerja keras dan rajin, sehingga masyarakat mengangkatnya menjadi salah satu tokoh masyarakat.

“Mbah Sekak ini sesepuh dan betul-betul bisa dijadikan contoh karena kerja kerasnya, kita segan karena beliau orang yang sangat jujur, dan kuat, kerjanya cari kayu sambil bawa gledekan,” imbuhnya.

Makam Mbah Sekak, telah mengalami renovasi pada nisannya dikarenakan tulisan pada nisan lama telah pudar.

Mbah Sekak memiliki tiga anak, yakni Bagong, Tamin dan Kastari. Dari mereka, hanya Bagong lah yang masih menetap di rumah lama.

“Anaknya tinggalnya sudah pisah-pisah, Cuma Bagong yang tinggal di rumah mBah Sekak yang dulu. Anaknya yang namanya Tamin juga sudah meninggal dimakamkan disini juga,” ucapnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.