Mahfud MD : Pemerintah Tak Pernah Asal Buat Kebijakan Terkait Covid-19

Yovie Wicaksono - 26 June 2020
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Moh. Mahfud MD (tiga dari kiri). Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Surabaya – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh. Mahfud MD menegaskan, pemerintah tidak asal dalam membuat kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19.  Melainkan ada dasar scientific atau ilmiah ketika memutuskan untuk menerapkan era new normal atau kenormalan baru.

“Pemerintah itu ketika membuat kebijakan tidak asal, ada dasar scientific. Saya selalu ikut sidang kabinet, ini selalu saya blow up karena sekarang di masyarakat timbul kritik pemerintah tidak pakai etimolog(i), tidak pakai scientific,  tidak pakai sosiolog. Pakailah,” kata Mahfud MD saat memberikan pengarahan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sekitar Surabaya Raya, Jawa Timur, Jumat (26/6/2020).

Mahfud mengatakan ketika akan memutuskan untuk new normal, pemodelan matematis perkembangan setiap daerah itu dilakukan tidak hanya oleh satu orang, ilmiahnya, tetapi 4 orang. Ada dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Intelijen Negara (BIN), Kantor Staf Presiden (KSP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Jadi ketika akan memutuskan new normal itu diskusinya panjang, bukan kaget lalu memutuskan. Lalu para menteri membahas dari segi sosiolog, dari segi kesehatan, ilmiah. Jadi jangan dikatakan pemerintah kaget,  tidak,” kata Mahfud.

Ia menyimpulkan, setiap daerah memiliki tekanan yang berbeda-beda, sehingga kemudian Menteri Kesehatan diminta membuat protokol. Misalnya protokol untuk sekolah, pesantren, industri dan lainnya yang dimana pedomannya dibuat oleh pemerintah.

“Sehingga sekarang ini kita tinggal harus konsisten. Bagi saya arahannya itu konsistensi saja dan lihat perkembangan sehingga new normal nanti akan on off juga. Sehingga ada potret yang selalu berubah berdasar warna zona yang ditetapkan oleh Gugus Tugas,” kata Mahfud.

Menurutnya, Covid-19 adalah fakta dan belum bisa ditaklukan. Sementara masyarakat juga tidak mau dibunuh secara mengerikan oleh Covid.

“Justru itu kita normal saja, bagaimana caranya? Kita menghindar, sudah ada caranya. Kita buat kenormalan baru karena juga kenormalan baru selalu dibuat sesudah ada virus, Spanyol dulu bagaimana cara menghadapinya, setiap ada virus itu normal baru,” kata Mahfud. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.