Mayoritas Masyarakat Papua dan Papua Barat Tak Inginkan Adanya Kerusuhan

Yovie Wicaksono - 10 September 2019
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)  Wiranto mengatakan, pada dasarnya masyarakat di Papua dan Papua Barat tidak menghendaki adanya kerusuhan. Menurutnya, mereka semua menyesalkan kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu sehingga membuat suasana di Papua dan Papua Barat menjadi tidak damai.

“Mayoritas mereka ternyata tidak menghendaki adanya kerusuhan, pembakaran, apalagi kerusakan-kerusakan, banyak yang menyesalkan itu terjadi,” kata Wiranto di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Namun, kini kondisi di Papua dan Papua Barat dilaporkan sudah kondusif. Aktivitas masyarakat sudah kembali normal, seperti toko dan pasar yang sudah buka, transportasi, SPBU, pasokan air dan listrik yang sudah jalan, serta perkantoran dan sekolah yang sudah melakukan aktivitas. “Artinya memang keadaan sudah normal, hanya memang kita akui masih ada ancaman-ancaman, masih ada selebaran-selebaran, masih ada hasutan-hasutan untuk melakukan demo-demo susulan yang tentunya bisa jadi anarkis,” kata Wiranto.

Mantan Panglima ABRI ini mengatakan, meski begitu sudah ada upaya-upaya pencegahan untuk mengeliminasi ajakan-ajakan tersebut agar tidak dapat dilaksanakan di lapangan. Sehingga terbukti pada saat Panglima TNI ke sana mengajak adanya acara-acara perdamaian, seperti acara bakar batu, hal itu sudah terjadi di beberapa tempat acara perdamaian, seperti perdamaian antara para aparat keamanan dengan masyarakat, masyarakat pendatang dengan masyarakat Papua dan tokoh-tokoh adat, mereka semuanya menyerukan perdamaian.

“Walaupun masih ada sebagian yang terus menyuarakan adanya hal-hal yang negatif tapi dengan adanya kegiatan-kegiatan yang terus dilakukan dengan aparat keamanan, Pemda, oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, maka mudah-mudahan semakin hari semakin normal, tidak terjadi lagi hal-hal seperti kemarin yang tidak kita inginkan bersama,” kata Wiranto. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.