Lukisan Jejak Bung Karno di Alun-alun Sidoarjo

Yovie Wicaksono - 25 June 2022
Gebyar On The Spot (OTS) Pameran Lukisan Jejak Sang Proklamator "Bung Karno" di depan Monumen Jayandaru, Alun-alun Sidoarjo, Sabtu (25/6/2022). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Sidoarjo menggelar Gebyar On The Spot (OTS) Pameran Lukisan Jejak Sang Proklamator “Bung Karno” di depan Monumen Jayandaru, Alun-alun Sidoarjo, Sabtu (25/6/2022).

Sekira 50 pelukis dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Solo, Yogyakarta, hingga Bali melukiskan sosok Bung Karno di atas kanvas dalam waktu bersamaan mulai 10.00-14.00 WIB.

Puluhan lukisan yang menghadirkan sosok Bung Karno dari berbagai masa dan momen ini kemudian dipajang berjejer di depan Monumen Jayandaru mulai 16.00-22.00 WIB.

Dari karya tersebut, dipilih sepuluh karya terbaik untuk selanjutnya dilelang kepada Forkopimda Kabupaten Sidoarjo maupun undangan yang hadir.

Pembina Taruna Merah Putih Sidoarjo, Samsul Hadi mengatakan, selain menjadi wadah bertemunya para pelukis yang selama dua tahun kemarin terdampak pandemi Covid-19, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai nasionalisme dan semangat Sang Proklamator yakni Presiden RI pertama, Soekarno.

“Peringatan Bulan Bung Karno tahun ini kami coba menghidupkan kembali sejarah dan menyelami pemikiran Bung Karno untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme lewat aksi melukis bareng jejak sang proklamator,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo ini.

Alasan dipilihnya Monumen Jayandaru sebagai tempat acara, selain sebagai tempat yang ikonik, sudah saatnya Partai menggelar acara di luar kantor dan lebih dekat dengan masyarakat.

“Bagaimanapun juga Monumen Jayandaru ini ikonnya Sidoarjo, tempatnya juga strategis. Sudah saatnya pula Partai keluar kandang. Alhamdulillah mulai pagi tadi antusiasnya luar biasa,” katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, Sumi Harsono mengatakan, Bung Karno bukanlah milik satu golongan maupun satu partai politik saja, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia.

“Seperti yang kita ketahui, Bung Karno adalah salah satu penggagas dan pencetus Pancasila. Kita tidak bisa membayangkan apabila Indonesia yang memiliki beribu-ribu suku, bahasa, dan budaya ini tidak memiliki Pancasila sebagai pereratnya,” katanya.

Maka dari itu, ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Meski sudah merdeka, menurutnya, diperlukan juga antisipasi dari kegiatan ataupun gerakan intoleransi dan radikalisme yang dapat memecah belah bangsa.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol) Pemkab Sidoarjo, Mustain mengucapkan terima kasihnya kepada TMP Sidoarjo, yang masih terus mengenang dan membumikan nilai-nilai dan semangat Bung Karno.

Sekadar informasi, berlatar belakang monumen yang pada puncaknya terdapat patung ‘Udang dan Bandeng’ dengan didukung lighting yang apik, acara ini juga diramaikan dengan musik akustik yang membawakan lagu-lagu nasionalisme hingga menampilkan penyair Aming Aminoedin dengan puisi yang berjudul Bulan Bung Karno dengan iringan biola.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus DPC, PAC Kabupaten Sidoarjo, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sidoarjo, hingga perwakilan dari partai politik lainnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.