Luapan Sungai Rendam Makam Delta Praloyo
SR, Sidoarjo – Banjir yang merendam ratusan makam di TPU Praloyo, Kabupaten Sidoarjo, memicu respons cepat dari Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR/Perkim CKTR). Penanganan difokuskan pada sungai yang menjadi penyebab utama luapan air ke area pemakaman.
Genangan air yang meluas di kompleks TPU Praloyo membuat aktivitas ziarah warga terganggu. Selain merusak akses jalan makam, banjir juga dikhawatirkan memicu degradasi tanah dan kerusakan infrastruktur pemakaman jika tidak segera diatasi.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Perkim CKTR menyiapkan dua langkah teknis strategis sebagai solusi jangka pendek dan menengah, yakni pembangunan tanggul di sepanjang bantaran sungai serta normalisasi aliran sungai melalui pengerukan dan pembersihan sedimen.
Kepala Dinas Perkim CKTR Kabupaten Sidoarjo Bahruni Aryawan menegaskan, langkah ini bertujuan mencegah banjir susulan dan memastikan aliran sungai kembali optimal saat intensitas hujan tinggi. “Fokus utama kami saat ini adalah pada sungai yang menjadi sumber masalah. Pembangunan tanggul akan menjadi penghalang agar air tidak kembali meluap, sementara normalisasi sungai dilakukan untuk mengembalikan kapasitas aliran,” ujar Bahruni dalam keterangan yang diterima, Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan, kondisi banjir makam menjadi perhatian khusus karena menyangkut ruang publik yang bersifat sensitif dan bernilai sosial tinggi. “Ini bukan sekadar infrastruktur. Makam adalah ruang penghormatan, memori sosial, dan hak publik. Maka penanganannya harus cepat, tepat, dan terukur,” katanya.
Pihak dinas juga memastikan pekerjaan teknis akan dilakukan berkoordinasi dengan pemangku wilayah dan komunitas masyarakat agar proses mitigasi berjalan tanpa mengganggu struktur makam eksisting. Dinas Perkim CKTR menargetkan langkah penanganan teknis ini dapat mengurangi risiko luapan kembali sekaligus menjadi pondasi mitigasi banjir berkelanjutan di kawasan sekitar TPU Praloyo. (*/rri/red)
Tags: delta praloyo, Makam umum, sidoarjo, Sungai meluap, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





