Lewat Wayang, Ki Ompong Ajak Anak Mencintai Alam

Yovie Wicaksono - 9 March 2021
Ki Ompong Sudarsono menggelar pentas wayang blang bleng di Sekolah Alam Ramadhani, kota Kediri, Selasa (9/3/2021). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Diiringi musik kontemporer kombinasi Jawa modern, dalang Ki Ompong Sudarsono menggelar pentas wayang blang bleng di Sekolah Alam Ramadhani, kota Kediri, Selasa (9/3/2021).

Tidak seperti biasanya, Ki Ompong pentas dengan memakai kaos dengan aksesoris daun dan tumbuh tumbuhan di sekujur tubuhnya.

Ki Ompong sengaja memilih wayang blang bleng karena yang memiliki unsur apapun yang dipentaskan dalam pertunjukan semuanya bisa masuk.

“Artinya masuk penyajiannya, masuk pementasannya dan masuk situasional nya,” ujar pria lulusan Sekolah Menengah Atas ini.

Ki Ompong mengatakan, pesan yang disampaikan kepada anak-anak dalam pertunjukan tersebut, selain memperkenalkan tokoh pewayangan, juga ingin mengajak mereka berdoa sekaligus bersyukur kepada alam baik dalam keadaan susah maupun bahagia.

“Tema yang saya angkat tentang bocah srawung alam (bergaul dengan alam) dan bocah srawung wayang (bermain dengan wayang). Sasaran pertunjukan ini semuanya, baik anak-anak, dewasa maupun petani,” terang bapak anak satu ini.

Disebutkan, apapun pertunjukan wayang yang ditampilkan dan dikemas dengan berbagai cara, semuanya tersirat pesan moral tentang estetika, budaya, akhlak, budi pekerti dan cinta. Termasuk juga cerita mengenai alam yang ditampilkan di depan murid Sekolah Alam Ramadhani ini.

“Dalam pertunjukan wayang yang saya tampilkan ini, sengaja saya menghindari cerita tentang konflik, sedih, konflik politik, serta konflik asmara. Suatu saat saya yakin anak-anak akan lebih mengenal wayang sesungguhnya yakni wayang pakem,” ceritanya.

Agar edukasi yang diberikan lebih mengena, konsep panggung maupun tokoh pewayangan diubah. “Itu tadi ada Semar, Punakawan, Brotoseno. Cuman konsepnya saya ubah. Baik bentuknya ada polisi, ada hansip, juga ada petani. Konsep tata panggungnya, memang sengaja kita pecah-pecah. Karena biar timbul pertanyaan, karena pertanyaan bagian dari ilmu,” imbuhnya.

Ki Ompong sudah menggelar pentas wayang di 50 kota, diantaranya seperti Pekalongan, Batam, Pemalang, Tangerang, Karimunjawa, Indramayu, Tulungagung, Blitar dan Kediri. Bahkan pada 17 Maret 202, ia berencana untuk kembali pentas di Pamekasan Madura.

Selama ini pentas wayang yang digelar Ki Ompong bersifat sosial. Ia mengatakan, terkadang harus berangkat ke suatu daerah menggunakan sepeda motor, bus, bahkan sampai menumpang truk dengan biaya sendiri.

“Lha wong memang sosial edukasi ke anak-anak,” jelasnya.

Ki Ompong mengaku pernah ikut dan belajar ilmu pewayangan dari dalang kondang Ki Manteb Sudarsono.

“Saya ngenger, murid Pak Manteb di Solo Karangpandan. Bapak gak pernah bilang kowe harus dadi dalang kondang. Cuman beliau beri wejangan urip harus baik dan jujur, suka menyenangkan orang lain lewat pementasan wayang,” pungkasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.