Layani Pemudik, Pemkab Ngawi Target Perbaikan Jalan Rusak Selesai H-5 Lebaran

Rudy Hartono - 19 March 2025
Bupati Ngawi Ony Anwar ST MT mengisi tausiyah keagamaan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di DPD PDI Perjuangan Jatim, Minggu (16/3/2025). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Pemerintah Kabupaten Ngawi menyebut pengerjaan perbaikan  ruas jalan rusak menjadi prioritas jelang idul fitri 1446 H.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, saat ini progres perbaikan sudah di tahap 97 persen dan ditargetkan tuntas H-5 lebaran. “Kita utamakan kenyamanan dan keamanan mudik lebaran agar terfasilitasi dengan baik,” sebutnya.

Ia menjelaskan, jalan dengan kondisi baik-sedang yang biasa disebut jalan mantap kabupaten berada di atas 95 persen, dan akan terus digenjot.

“Kita ada PR jelang hari raya karena ruas jalan masih ada yang lubang kita mulai jalankan perbaikannya semoga lima hari sebelum hari raya sudah bagus,” ujarnya saat dikonfirmasi tim superradio.id.

Meski sempat terkendala efisiensi anggaran dari Kementerian PU, namun pihaknya tetap mengupayakan perbaikan berlanjut.  Untuk saat ini, lanjutnya, dana perbaikan di anggarkan dari dana alokasi umum APBD Kabupaten sebanyak Rp200-250 miliar per tahun.

“Untuk efisiensi memang ada di KemenPU dari dana alokasi khusus tapi kami siasati dengan dana alokasi umum dan dari dana APBD Kabupaten,” kiatnya, “Semoga setelah perubahan nanti duit infrastruktur bisa balik lagi dan kita tuntaskan 100 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi, Mohammad Sadli menyatakan, Total anggaran enam paket perbaikan jalan di Kabupaten Ngawi yang dipangkas akibat efisiensi sebesar Rp 136 miliar.

Enam ruas jalan rusak tersebut yakni Jalan Bangunrejo-Gembol, Jalan Gembol-Karanganyar, Jalan Pandean-Komplang, Jalan Karangjati-Rejuna, Jalan Rejuna-Pengkolan, dan Jalan Pengkolan-Lombok.

“Ada enam paket pekerjaan konstruksi perbaikan jalan yang gagal tahun ini. Enam paket itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik yang dipangkas atau tidak ditransfer ke daerah. Total anggaran untuk enam paket tersebut sekitar Rp 136 miliar,” kata Sadli.

Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan perbaikan jalan yang berada di daerah pinggiran Kabupaten Ngawi itu dengan model tambal sulam. Perbaikan jalan dilakukan pada titik-titik yang diperkirakan membahayakan pengguna jalan.  “Nanti tetap kami perbaiki. Tetapi dengan model tambal sulam saja,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.