Koperasi dan Perkembangan Zaman

Yovie Wicaksono - 14 July 2023
Ilustrasi.

SR, Surabaya – Di tengah perkembangan teknologi, koperasi dituntut harus mandiri, modern, dan berdigital agar tidak tertinggal. Kerja-kerja kolaboratif dan inovatif pun harus terus dilakukan agar koperasi bisa semakin maju.

“Di tengah begitu cepatnya perubahan dan perkembangan zaman ini kita tentu harus adaptif terhadap apapun perubahan itu. Karena kalau kita tidak adaptif ya kita akan tertinggal,” ujar Ketua Koperasi Mega Bhakti, Isnainiyah, saat bincang interaktif di studio Super Radio, Jumat (14/7/2023).

Ditambahkan, dalam hal digitalisasi, Koperasi Mega Bhakti telah melakukan sistim cashless pada saat pembayaran iuran pokok maupun wajib. Kemudian untuk transaksi juga menggunakan aplikasi MegaPay yang memberikan kemudahan para anggota.

“Digitalisasi itu berhubungan dengan transparansi. Oleh karena itu, seluruh anggota yang ada di koperasi Mega Bhakti itu treatment nya seperti rekening bank, jadi anggota kalua mau bayar iuran wajib atau pokok pakai cashless, itu kemudian kita kirim real time report setoran berapa ke masing-masing. Setiap bulan akan di update per masing-masing anggota seluruh rangkaian kegiatan, progress bahkan untung ruginya dari koperasi per bulan kita laporkan. Dalam transaksi kita juga menggunakan MegaPay,” katanya.

Selain itu, untuk menggaet anak muda agar terlibat di dalam koperasi, pihaknya telah menyiapkan beberapa program, salah satunya dengan mengembangkan usaha koperasi di bidang yang anak muda sukai, yakni Finance Technology (FinTech).

“Menggaet anak muda untuk terlibat dalam koperasi memang tidak mudah, sebab citra koperasi identik dengan generasi tua, anak muda masih sangat jarang terlibat di dalam koperasi. Makanya kita akan memulai dengan dipimpin oleh yang muda, kita buktikan memiliki sirkulasi keuangan yang stabil, dan kita lanjutkan dengan program-program yang lain,” terangnya.

Disisi lain, meski terus berkembang mengikuti jaman, koperasi masih memiliki sistim tanggung renteng yang didefinisikan sebagai tanggung jawab bersama diantara anggota dalam satu kelompok atas segala kewajiban terhadap koperasi dengan dasar keterbukaan dan saling mempercayai.

Disisi lain, sistem kepercayaan ini menjadi tantangan tersendiri, pada koperasi simpan pinjam, mengingat ada saja anggota yang tidak mengangsur pinjamannya yang bisa berimbas pada bangkrutnya koperasi.

Untuk itu, ia mengatakan, saat ini koperasi Mega Bhakti menggunakan SK Konsumen. “Memang koperasi simpan pinjam banyak dibutuhkan oleh masyarakat, sebab mereka yang tidak punya anggunan ketika di bank pasti akan larinya ke koperasi. Namun saat ini kami masih menggunakan SK Konsumen sambil membentuk sistim yang kuat untuk kemudian bisa menghidupkan lagi koperasi simpan pinjam kita,” tegasnya.

Sekadar informasi, bincang interaktif yang digelar Super Radio ini adalah memperingati Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli.

Pada tahun ini, Hari Koperasi Nasional ke-76 mengusung tema “Membangun Koperasi Berbasis Kearifan Lokal Menuju Ekonomi Gotong Royong yang Mandiri, Modern, dan Berdigital”. (fos/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.