Komisi D DPRD Jatim Akan Bahas Perda Sampah Plastik

Yovie Wicaksono - 5 December 2019
Komisi D DPRD Jatim Sugeng Pujianto. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur akan melakukan pembahasan dan menggodok Peraturan Daerah (Perda) sampah plastik.

Anggota Komisi D DPRD Jatim Sugeng Pujianto mengatakan, latar belakang pembahasan Perda sampah plastik ini karena semakin banyaknya masyarakat yang seenaknya membuang plastik di sembarang tempat. Dengan adanya perda ini diharapkan, masyarakat tidak lagi menggunakan sampah plastik.

”Sampah plastik meningkat dan Jatim saat ini darurat sampah plastik,” ujarnya, Kamis (5/12/2019).

Sugeng mengatakan, Perda ini bukan melarang penggunaan kantong plastik. Namun, harus dikurangi penggunaannya yang mengganggu lingkungan yang berdampak pada pencemaran di lingkungan. 

“Pengurangan pemanfaatannya di masyarakat,” imbuh politisi asal Fraksi PDI Perjuangan ini.

Sugeng menambahkan, keberadaan sampah plastik tersebut sangat mengganggu lingkungan mengingat tidak mudah diurai atau hancur saat dibuang di tanah. 

“Sudah jelas sekali akan berdampak pada pertumbuhan tanaman dan akan mengganggu kesuburan tanah. Apalagi di area persawahan akan mengganggu irigasi dan kesuburan tanah pertanian,” ungkap pria asal Malang ini.

Ia mengatakan, jika Pemprov Jatim serius untuk menegakkan Perda ini, maka tak akan ada perda macan ompong

“Apabila segera dibuat pergubnya tentunya akan segera berjalan penegakan perda tersebut,” ujarnya. 

Seperti diketahui, Pemprov Jawa Timur juga tengah menyiapkan regulasi tentang pembatasan penggunaan kantong plastik. Nantinya, akan ada peraturan daerah yang mengatur tentang larangan tersebut.

Guna mengurangi penggunaan sampah plastik, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bahkan sampai belajar ke Pemprov DKI Jakarta. 

“Saya sudah berkoordinasi dengan Pemprov DKI melalui Pak Anies Baswedan yang sudah exercise, kemungkinan mengeluarkan perda sampah plastik, terutama kantong plastik sekali pakai,” ujar Khofifah. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.