Megawati Terima Dubes Maroko, Bahas Hubungan Baik Selama 66 Tahun

Rudy Hartono - 21 July 2026
Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). (sumber: antara)

SR, Jakarta – Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Houssaini membahas hubungan baik Indonesia dan Maroko yang dibangun sejak kunjungan Presiden Soekarno ke Rabat, Maroko, pada tanggal 2 Mei 1960. Dalam kunjungan bersejarah itu, Soekarno disambut langsung oleh Raja Mohammed V di Rabat.

Saat itu, untuk mengenang kunjungan tersebut serta dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan bangsa-bangsa Afrika, Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955, Raja Maroko mengabadikan nama Soekarno sebagai salah satu nama jalan utama di ibu kota Rabat yang dikenal sebagai Rue Soukarno.

“Lokasi jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen. Jadi, jalan ini sangat terkenal. Ini sebagai sebuah tanda cinta dari Maroko,” kata Houssaini dalam keterangan tertulis. “Terima kasih banyak,” balas Megawati sambil tersenyum.

Houssaini juga menyampaikan undangan kepada Megawati untuk dapat berkunjung ke negara yang akrab disebut “Magribi” (barat/tempat matahari tenggelam).

“Saya berkeinginan dan berharap agar Ibu Megawati dapat berkunjung ke Maroko. Kami akan menyiapkan program yang sesuai untuk Ibu Megawati,” ujar Houssaini.

Dubes Maroko mengatakan ada banyak kesamaan antara kedua negara dan telah lama terjalin kerja sama bilateral dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, ekonomi, budaya, dan pendidikan.

Megawati pun mengatakan sepengetahuannya di bidang pendidikan, banyak pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Maroko dalam bidang studi Islam dan Arab.

Dubes juga menyampaikan Maroko memiliki salah satu universitas tertua di dunia yang dibangun pada abad ke-9 oleh seorang hartawan bernama Fatima al-Fihri. “Ada beberapa mahasiswa Indonesia yang belajar di sana, terutama di bidang studi Islam dan Arab,” jelasnya.

Megawati mengatakan bahwa Maroko termasuk negara yang relatif terbuka. “Maroko sebagai sebuah negara Muslim relatif lebih terbuka dibandingkan negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika,” kata Megawati.

Ditambahkan Megawati, setiap tahun Maroko memberikan puluhan beasiswa kepada warga Indonesia untuk belajar di Maroko.

Megawati menyampaikan keinginannya agar negara-negara di Asia dan Afrika dapat berkumpul kembali dan bisa berperan sebagai kekuatan dunia ketiga.

“Jika pada awal berdirinya hanya diikuti oleh 26 negara, saat ini pastinya dapat diikuti oleh lebih dari 100 negara dari Asia dan Afrika,” ujar Megawati.

Masih dalam suasana Piala Dunia 2026, Dubes Maroko juga menjelaskan bahwa Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia di tahun 2030.

Kedua tokoh juga berbincang mengenai green energy, dampak global warming, food security, dan topik hangat yang lain.

Di akhir kunjungannya, Dubes Maroko pun menyerahkan sebuah bingkai yang memuat foto kunjungan Soekarno ke Maroko. Megawati tampak terharu atas pemberian itu dan mengucapkan apresiasinya kepada Dubes Maroko.

Dalam pertemuan dengan Dubes Maroko, Megawati didampingi Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah dan Yasonna Laoly serta Direktur Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan. (*/ant/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.