Komentar Alissa Wahid Wacana Libur Ramadan seperti Era Gus Dur
SR, Surabaya — Wacana pemberlakuan libur sekolah selama satu bulan penuh di bulan Ramadan yang dikemukakan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menuai berbagai komentar .
Diketahui, Ide ini pernah diterapkan di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Menanggapi hal itu, putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid, mengingatkan pentingnya mendalami tujuan dan implementasi dari kebijakan tersebut.
Menurut Alissa, kebijakan apa pun, termasuk libur Ramadan, harus berlandaskan pada isu mendasar dan tujuan yang jelas.
“Sebetulnya, semua kebijakan yang paling penting itu adalah underlying fundamental issues-nya. Apa sih sebetulnya alasan dasarnya? Tujuannya apa? Gak Cuma sekadar liburnya. Kata ‘libur’ itu sendiri juga berbahaya kan kalau digunakan untuk hal-hal yang justru tidak tepat,” ujar Alissa saat ditemui usai acara Haul ke-15 Gus Dur di Masjid Cheng Ho Surabaya, Minggu (19/1/2025) malam.
Ia menekankan, libur panjang selama Ramadan dapat menjadi peluang untuk mendukung pengembangan karakter dan akhlak siswa, selama dirancang dengan baik.
“Misalnya (anak) tidak belajar di sekolah tetapi ada tugas-tugas yang terkait dengan mengasah karakternya, akhlaknya dan lain lain. Itu tentu saja oke. Tapi kalau sekadar libur itu ya tentu tidak oke karena akhirnya anak-anak kita kalau tidak di sekolah ngapain? Pasti kalau nggak ke mall atau main media sosial. Bukankah itu lebih berbahaya?” jelasnya.
Merujuk sikap Gus Dur yang inklusif dan pentingnya keberagaman. Alissa kembali mengingatkan oal perlindungan hak-hak siswa yang tidak beragama Islam. “Yang juga jadi pertanyaan bagaimana dengan hak-hak murid-murid yang tidak beragama Islam? Itu juga harus dipikirkan,” kata Alissa. (nio/red)
Tags: alissa wahid, Libur sekolah, ramadan, sebulan, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





