KKP Rehabilitasi Hutan Mangrove di Jatim

Yovie Wicaksono - 3 August 2020
Ilustrasi. Seekor burung mencari pakan di kawasan ekosistem mangrove di Wonorejo Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memasukkan lahan hutan mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Sampang, Lamongan dan Probolinggo dalam program rehabilitasi mangrove seluas 200 hektare pada  2020.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf mengatakan, pihaknya akan melakukan penanaman mangrove seluas 200 hektare di 12 lokasi di seluruh Indonesia.

“Penanaman mangrove ini diantaranya dilakukan di Provinsi Aceh, seperti di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Bangka Belitung (di Kabupaten Belitung), Provinsi Sumatera Barat terletak di Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan,” ujarnya, Senin (3/8/2020).

Kemudian di Provinsi Lampung terletak di Kabupaten Lampung Timur. Provinsi Jawa Barat terletak di Kabupaten Cirebon. Provinsi Jawa Tengah terletak di Kabupaten Rembang. Provinsi Jawa Timur terletak di Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lamongan. Provinsi Kalimantan Barat terletak di Kabupaten Mempawah, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur terletak di Kota Kupang.

Indonesia memiliki 23 persen dari mangrove dunia. Dari luas mangrove  3,49 juta hektare, ada sekitar 52 persen atau 1,82 juta hektare yang rusak. Mangrove yang rusak inilah perlu direhabilitasi.

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 – 2024, KKP diberikan mandat untuk melakukan rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove seluas 1.800 hektare. Artinya, sampai tahun 2024, KKP berencana melakukan penanaman mangrove seluas 1.800 hektare.

Hal ini merupakan target dalam upaya rehabilitasi mangrove. Upaya lain yang dilakukan KKP dalam mendukung rehabilitasi mangrove adalah dengan memfasilitasi lokasi mangrove melalui pembangunan tracking mangrove dan pusat restorasi pembelajaran ekosistem pesisir yang akan dibangun di 10 kabupaten/kota pada tahun 2021.

Yusuf mengatakan, hutan mangrove banyak berperan untuk mengantisipasi tingginya abrasi pantai di sejumlah kawasan pesisir. Mangrove juga berperan besar menjaga ekosistem vegetasi pantai dan tempat bernaungnya sejumlah ikan dan biota laut. Karena itu, dalam peringatan Hari Mangrove sedunia (26/7/2020) kemarin, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 200 hektare pada tahun 2020.

“Mangrove memegang peranan penting sebagai pengendali karbon dunia selain sebagai ekosistem penting pengendali ekosistem laut,” katanya.

Menurut Yusuf, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menjaga mangrove dari perusakan. Memanfaatkan ekosistem mangrove dengan cara yang bijak dan tetap menjaga kelestariannya. Sebab, ekosistem mangrove sangat rentan dan terbatas. (*/red) 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.