Disbupdar Jatim Libatkan Mahasiswa Linguistik dalam Apresiasi Pelaku Budaya

Rudy Hartono - 20 June 2026
Suara warga adalah artikel atau opini pribadi penulis dan bukan representasi redaksi Super Radio
Penyerahan Apresiasi Pelaku Budaya Jawa Timur (foto: Istimewa)

Oleh: Adinda Rusdianti Maulani Putri & Adelia Savitri (Mahasiswa Liguistik UPN Veteran Jatim)

 SR, Surabaya — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Kebudayaan kembali menggelar program tahunan Penyerahan Apresiasi Pelaku Budaya menjelang bulan Ramadan. Menariknya, agenda yang berlangsung sepanjang Februari hingga Maret 2026 ini turut melibatkan mahasiswa Program Studi Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur dalam proses pelaksanaan dan pendataan di lapangan.

Program penghargaan ini sejatinya telah eksis sejak tahun 2011. Pada awal kemunculannya, agenda ini dikenal dengan nama Apresiasi Seniman. Namun, seiring meluasnya cakupan aktivitas kebudayaan di tengah masyarakat, nama program diubah menjadi Apresiasi Pelaku Budaya agar dapat merangkul ruang lingkup yang lebih luas.

Pemberian apresiasi ini merupakan bentuk nyata dukungan dan penghormatan pemerintah provinsi kepada para pegiat budaya yang konsisten menjaga serta melestarikan warisan leluhur di daerah. Pada tahun ini, setiap penerima mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp1.000.000 yang dipotong pajak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Adapun kriteria penerima bantuan diprioritaskan bagi pelaku budaya lanjut usia, wajib memiliki KTP, serta bukan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, maupun Polri.

Mahasiswa mengawal kelancaran distribusi bantuan bagi pelaku budaya ke berbagai wilayah di Jawa Timur. (foto: Istimewa)

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Jawa Timur mengambil peran penting di lini administrasi dan dokumentasi. Mereka terjun langsung melakukan perekapan data penerima, mendokumentasikan jalannya acara, hingga mengawal kelancaran distribusi bantuan ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Bagi para mahasiswa, keterlibatan ini menjadi sarana implementasi magang sekaligus kesempatan emas untuk memahami birokrasi pembinaan budaya secara langsung.

Tim Pembinaan Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim menyatakan bahwa program ini akan terus berlanjut berkat respons yang sangat positif dari masyarakat. Meski sempat menghadapi tantangan efisiensi anggaran yang mengubah sumber pendanaan, program tahun ini tetap sukses terlaksana berkat dukungan penuh dari pihak dewan.

Melalui sinergi ini, perhatian terhadap kesejahteraan para pelaku budaya diharapkan terus meningkat. Dengan begitu, eksistensi tradisi dan budaya lokal di Jawa Timur dapat tetap kokoh dan lestari untuk diwariskan kepada generasi mendatang. (*/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.