Kediri, Penderita DB Terbanyak di Jatim

Fena Olyvira - 28 January 2019
Ilustrasi

SR, Kediri – Kabupaten Kediri menduduki peringkat pertama di Jawa Timur sebagai salah satu daerah yang warganya paling banyak terkena demam berdarah (DB), dimana sebanyak 12 warga asal Kabupaten Kediri yang didominasi usia dibawah 15 tahun berstatus balita dan pelajar dinyatakan meninggal dunia akibat serangan DB.

“Ranking satu se Jawa timur, korban yang meninggal 12 orang. KLB (kejadian luar biasa) atau tidak nggak  masalah, kita tetap menggerakan untuk pencegahan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Adi Laksono kepada Super Radio, Senin (28/1/2019) siang.

Pihak Dinkes Kabupaten Kediri  sebenarnya sudah melakukan upaya pencegahan sekaligus upaya sosialisasi kepada masyarakat agar jangan sampai terlambat berobat serta terus gencar melakukan konsolidasi dengan petugas kesehatan agar lebih fokus dalam penanganan pasien.

Terkait wabah DB yang dihadapi saat ini, Tim Dinkes Provinsi Jawa Timur direncanakan akan datang ke Kabupaten Kediri untuk melakukan pemantauan secara langsung upaya penanganan yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, pada Rabu (30/1/2019).

Kedatangan Tim Dinkes Provinsi Jawa Timur nantinya diharapkan bisa memberikan saran atau masukan mengenai langkah apa yang diperlukan.

Banyaknya jumlah penderita penyakit demam berdarah di Kabupaten Kediri sekarang ini tidak lepas dari siklus tiga tahun yang sebelumnya juga pernah terjadi.

“Siklusnya memang tiga tahunan, Gini kalau secara budaya piskologis jika ada kasus tinggi kan masyarakat bergerak, PSN (Pemberantas Sarang Nyamuk) waspadalah intinya. Tahun berikutnya turun lupa PSN, padahal PSN sepekan sekali itu penting, ngecek ada jentik atau tidak kuncinya itu. Turun, tahun kedua mulai meningkat, ditengarai meningkat desember sudah mulai ada pasien sehingga memasuki bulan Januari langsung tinggi,” ujar Adi.

Tingginya penderita demam berdarah di wilayah Kabupaten Kediri, membawa dampak pada meningkatnya jumlah pasien yang harus dirawat di Rumah Sakit, sehingga hampir rumah sakit penuh.

“Rumah sakit sudah mulai penuh, dan ada tiga macam diagnosa terkait demam berdarah,” ujar Adi.

Tiga macam diagonosa yang dimaksud diantaranya Virus Dengue, Demam dengue, DBD, dan yang paling dinggap berbahaya dan mematikan adalah DSS (Dengue shock Syandrom)

Menurut Adi, dari 12 pasien demam berdarah yang meninggal tersebut dinyatakan sudah memasuki kategori diagnosa DSS ( Dengue Shock Syindrom). Pasien demam berdarah kategori diagnosa DSS sebenarnya masih bisa ditangani untuk disembuhkan penyakitnya asalkan pasien harus cepat ditangani.

Adi menghimbau agar masyarakat tidak panik dalam menyikapi penyakit DB yang sekarang ini terjadi, dan masyarakat tetap fokus untuk melakukan PSN terutama dilingkungan sekitarnya.

Adi menilai trend penyakit DB sekarang ini lagi naik di berbagai daerah, dimana total jumlah warga Kabupaten Kediri yang terkena penyakit demam berdarah lebih dari 200 penderita. Namun belum bisa dinyatakan sebagai kejadian luar biasa karena jika dibandingkan tahun lalu, jumlah penderita saat ini lebih turun.

“KLB itu kalau kita lihat secara keseluruhan, dibanding tahun lalu, kita masih dibawahnya tahun lalu. Tetapi kalau bulan Januari kita memang lebih tinggi dibanding tahun lalu,” ujar Adi. (rh/red).

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.