Kisah Penyintas Covid-19 di Gedor Pasen

Yovie Wicaksono - 24 January 2021
Penyintas Covid-19 di Gedor Pasen. Foto : (Istimewa)

SR, Kediri – Rasa saling tolong menolong antar sesama menjadi motivasi bagi para penyintas Covid-19 Kota Kediri  untuk mendonorkan plasma darahnya.

Melalui Gedor Pasen (Gerakan Donor Plasma Konvalesen) yang diluncurkan oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, para penyintas yang memenuhi persyaratan dengan suka rela mendonorkan plasma darahnya.

“Motivasi saya untuk donor, salah satu wujud syukur saya karena telah diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dari sakit Covid-19. Penyembuhan saya relatif cepat, hanya 10 hari.  Sudah menjadi janji saya sewaktu sakit, kalau sembuh saya akan ikut donor,” kata seorang pendonor, Duertananda P. (39), warga Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kediri.

Ia mendapatkan informasi tentang donor ini dari internet dan media sosial.

Sebelumnya Duertananda mengalami demam selama 1 minggu dan tidak turun. Pada hari ke-8, ia memeriksakan diri ke RS Bhayangkara kemudian menjalani tes usap dan hasilnya positif Covid-19 pada 23 Desember 2020.

“Saya kemudian diwajibkan opname. Selama di RS itulah saya punya janji, kalau saya sembuh, saya akan ikut donor plasma,” tambah Duertananda.

Setelah opname selama 10 hari, kondisinya sehat dan hasil tes usap menunjukkan negatif Covid-19. Setelah negatif, ia kemudian mendaftarkan diri sebagai pendonor plasma dan mengikuti tahapan menjadi pendonor plasma konvalesen pada Januari 2021.

Lain halnya dengan pengalaman Wisnu, warga Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto. Wisnu melakukan pemeriksaan di laboratorium mandiri dan dinyatakan positif pada 12 Desember 2020. Kemudian melakukan isolasi mandiri.

“Setelah isolasi mandiri, saya tes lagi dan negatif pada 1 Januari 2021. Pada saat negatif itu, saya termotivasi ikut donor plasma konvalesen. Motivasi saya karena nilai kemanusian, saya juga ingin sekali nilai kesembuhan Covid-19 ini semakin banyak, terutama bagi penderita yang bergejala berat. Karena terinfeksi virus tersebut sangat-sangat bukan menjadi harapan setiap individu,” kata Wisnu. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.