Kini, Penumpang KA Probowangi Wajib Tunjukkan Surat Negatif Covid-19

Yovie Wicaksono - 5 May 2021
Suasana di Stasiun Surabaya Gubeng, Rabu, (5/5/2021). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Meski PT Kereta Api Daop 8 Surabaya tetap mengoperasikan empat kereta api lokal pada periode larangan mudik 6 – 17 Mei 2021. Namun ada perlakuan yang berbeda bagi para penumpang yang akan menggunakan jasa KA Probowangi relasi Surabaya Gubeng – Ketapang (PP) dan KA Tawang Alun relasi Malang – Ketapang (PP).

Kedua KA yang masuk dalam kategori aglomerasi ini, per 6 Mei 2021,  para penumpangnya wajib menunjukkan surat negatif Covid-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

“Sebelumnya, KA Probowangi dan Tawang Alun termasuk kedalam KA Aglomerasi dimana tidak diwajibkan melakukan RT-PCR, tes rapid antigen ataupun GeNose C19 dengan hasil negatif. Namun, mulai 6 Mei 2021, pelanggan yang akan melakukan perjalanan dengan KA Probowangi dan Tawang Alun diwajibkan menunjukan surat bebas Covid-19,” kata Manajer Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif, Rabu (5/5/2021).

Selama periode larangan mudik ini, petugas di stasiun akan melakukan verifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun. Jika ditemukan calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai, maka penumpang tidak diizinkan untuk naik kereta api dan tiket akan dibatalkan.

“Kami menjamin proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan kereta api dilakukan dengan teliti, cermat, dan tegas. Karena KAI berkomitmen memberikan layanan transportasi yang sehat, nyaman serta selamat,” ujar  Luqman.

Setiap penumpang KA diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

Selain itu, penumpang juga wajib mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“KAI secara konsisten menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat di stasiun maupun selama dalam perjalanan serta mendukung upaya pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Luqman. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.