Kinerja LRT Sumsel Semakin Optimal

Yovie Wicaksono - 29 September 2019
Menteri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menggunakan LRT Sumsel, di Palembang, Minggu (29/9/2019). Foto : (Dephub)

SR, Palembang – Kinerja operasional Light Rapid Transit Sumatera Selatan (LRT Sumsel) semakin optimal. Waktu tempuh dari Stasiun Bandara ke Stasiun DJKA yang biasanya ditempuh dalam waktu 60 menit, kini hanya 47 menit.

“Begitupun dengan headway (waktu tunggu antar kedatangan kereta) juga berkurang, yang tadinya 30 menit sekarang hanya 18 menit. Ini progress yang sangat baik, khususnya bagi masyarakat yang ingin ke bandara maupun sebaliknya. Ini sudah sangat memenuhi syarat sebagai moda transportasi massal pilihan yang baik,” ujar Menteri Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai menggunakan LRT Sumsel, di Palembang, Minggu (29/9/2019).

Selain semakin singkatnya waktu tempuh perjalanan dan headway antar kedatangan kereta, Menhub mengatakan, jumlah perjalanan LRT dalam sehari yang semula 58 perjalanan meningkat menjadi 78 perjalanan.

“Ini kemajuan yang sangat intensif. Rencananya kami akan tambah train set pada tahun 2021 agar semakin optimal. Jangka panjangnya kita akan maksimalkan headwaynya hanya 3 menit,” ujarnya.

Menhub berharap dengan peningkatan layanan operasional LRT Sumsel, akan juga dapat meningkatkan tingkat keterisian atau okupansi penumpang LRT Sumsel menjadi 60 persen.

“Dari awal hanya sekitar 30 persen okupansinya, lalu sekarang menjadi 40 persen. Mestinya nanti bisa menjadi 60 persen bahkan jadi 80 persen. Karena saya pikir kalau ini okupansinya meningkat, manfaatnya pasti mengurangi kemacetan dan yang kedua mengurangi polusi. Palembang harus bangga karena ini dapat menjadi contoh daerah lainnya,” tutup Menhub.

Berdasarkan data dari Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel, jumlah penumpang LRT Sumsel menunjukan tren yang semakin naik. Peningkatan tertinggi terjadi pada Juni 2019, dimana rata-rata penumpang per harinya mencapai 10 ribu lebih penumpang dan rata-rata tingkat keterisian (load factor) penumpang per hari mencapai 43 persen. Diharapkan setelah dilakukan optimalisasi, jumlah penumpang akan semakin meningkat.

Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel Ditjen Perkeretaapian bersama dengan stakeholder terkait seperti PT. KAI Divre III, saat ini tengah mempersiapkan LRT Sumsel dapat beroperasi secara penuh. Dalam masa transisi operasional menuju operasional penuh ini, pada bulan September 2019 telah dilakukan serangkaian uji coba pengoptimalisasian operasional LRT Sumsel.

Setelah serangkaian uji coba, saat ini operasional LRT Sumsel yang memiliki Jalur LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer dan dilalui 13 stasiun tersebut semakin optimal. Ditandai dengan waktu tempuh yang menurun dari 60 menit menjadi 47 menit, headway antar kereta lebih singkat dari 30 menit menjadi 18 menit, waktu berhenti kereta di tiap stasiun lebih singkat dari 30 detik menjadi 20 detik, dan jumlah perjalanan kereta meningkat dari 58 perjalanan per hari menjadi 78 perjalanan per hari dengan waktu operasional mulai 05.24 – 20.25 WIB.

Turut mendampingi Menhub, Walikota Palembang Harnojoyo, Kapolda Sumsel Firli Bahuri, Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri dan sejumlah pejabat terkait. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.