Kiat Merawat Ikan Hias di Akuarium

Yovie Wicaksono - 24 September 2021
Pembeli di Pasar Ikan Hias Gunungsari Surabaya saat Mengambil Ikan yang akan Dibelinya. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Memelihara ikan hias dipercaya bisa mengurangi tingkat stres seseorang, terlebih di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Mendengar suara gemericik air di akuarium dan melihat warna warni ikan hias yang cantik mampu menghadirkan perasaan tenang sehingga beban dipikiran bisa sedikit berkurang.

Namun bagi seseorang yang baru saja merawat ikan hias tentu tidaklah mudah, pasti sering menjumpai beberapa kendala bahkan kesalahan yang menyebabkan ikan hias justru mati. Mengingat perlu adanya perhatian dan kehati-hatian yang ekstra saat merawat hewan.

Maka dari itu, perhatikan tentang bagaimana cara merawat ikan hias di dalam akuarium berikut ini;

1. Jenis ikan

Pilihlah ikan yang mudah dipelihara, seperti jenis ikan hias air tawar diantaranya ikan cupang, ikan arwana, ikan lemon, ikan guppy, dan ikan mas koki.

Pastikan juga bahwa ikan tersebut dalam kondisi yang sehat, mulai dari ekor, sirip, hingga badannya. Tak kalah penting, pilihlah ikan yang bisa berbaur dengan ikan hias lainnya jika ingin menggabungkan beberapa jenis ikan hias dalam satu akuarium.

“Ketahui dulu karakteristik ikannya, agresif atau tidak sebelum nantinya dijadikan satu dalam akuarium dengan jenis yang berbeda biar tidak ada penyerangan antar jenisnya,” ujar Regina, salah satu penjual di Pasar Ikan Hias Gunungsari, Surabaya.

2. Ukuran akuarium

Setelah memilih jenis ikan, hal berikutnya yang penting adalah memilih ukuran akuarium. Ukuran akuarium sebaiknya mengikuti ukuran ikan hias yang ingin dipelihara.

“Jangan sampai akuariumnya terlalu sesak, nanti ikannya mudah mati,” ujar perempuan berusia 23 tahun ini.

Kemudian, jangan meletakkan akuarium disekitar sumber panas atau dingin, ataupun meletakkannya dibawah sinar matahari langsung karena suhu juga bisa memengaruhi ikan hias.

3. Perhatikan kualitas air

Kualitas air juga memengaruhi kesehatan ikan hias. Kondisi air yang baik akan membuat ikan hias tetap sehat, sebaliknya jika kondisi air buruk maka kesehatan ikan pun ikut terganggu.

Jika menggunakan air PDAM/PAM sebaiknya menambahkan anti karporit sebelumnya. Sementara itu, jika menggunakan air sungai atau sumur, air sebaiknya diendapkan terlebih dahulu.

“Ikan bisa terkena jamur jika menggunakan air berkaporit. Untuk mengatasinya biasanya air dikasih sedikit garam ataupun antibiotik,” ujarnya.

Jangan lupa pula untuk rutin mengganti air akuarium setidaknya seminggu sekali. Jika tak dilengkapi piranti filter maka air harus lebih sering diganti.

4. Pakan ikan hias

Selain beberapa hal diatas, yang tak kalah penting dalam merawat ikan hias adalah asupan makanannya. Selain memberikan pakan olahan, ikan hias juga bisa diberikan pakan alami seperti kutu air, cacing sutra, jentik nyamun dan jenis lainnya.

“Cukup berikan pakan 2 kali sehari dengan porsi yang sesuai, jangan terlalu berlebihan karena sisa pakan bisa membuat air akuarium keruh dan tentunya akan berdampak pada kesehatan ikan hias,” katanya.

5. Pelengkap akuarium

Ada berbagai jenis pelengkap akuarium mulai dari tumbuhan air, batu karang, aerator, lampu akuarium, dan lainnya.

Pemilihan pelengkap akuarium tergantung dari jenis ikan hias dan tentunya kebutuhan ikan-ikan tersebut.

Adapun pelengkap akuarium yang biasanya diperlukan adalah pompa udara dan aerator yang berfungsi sebagai penyuplai udara ke dalam air akuarium, dan juga menguapkan sisa hasil pembakaran ke luar akuarium. (fos/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.