Kepengurusan MLKI Jatim 2025-2030 Diisi Mayoritas Generasi Muda

Yovie Wicaksono - 21 October 2025
Suasana pelantikan pengurus MLKI Jatim periode 2025-2030 di Sanggar Candi Busana, Jalan Jemursari, Surabaya, Minggu (19/10/2025). (foto: anton/superradio.id)

SR, Surabaya – Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Jatim melantik pengurus MLKI Jatim periode 2025-2030, di Sanggar Candi Busana, Jalan Jemursari, Surabaya, Minggu (19/10/2025). Membawa amanat MLKI Pusat, kepengurusan MLKI Jatim diisi sebagian besar anak muda. Bahkan  pada struktur presidium juga diisi 75 persen anak muda.

“Untuk kebutuhan regenerasi, pengurus MLKI Jatim diisi sekitar 75 persen anak muda. Begitu juga presidium yang terdiri atas lima orang: dua orang lama dan tiga lainnya orang baru,” kata Dr KRT Otto Bambang Wahyudi MSi, Ketua  MLKI Jatim.

Lebih jauh Otto menjelaskan MLKI menyadari keberlangsungan organisasi menjadi prioritas utama. Karena itu dalam setiap posisi akan diisi dengan figur sesepuh dan anak muda agar saling berinteraksi, berbaur demi keberlanjutan penghayat kepercayaan. “Para sesepuh ke depannya hanyalah memberi support, tut wuri saja. Karena  sejatinya penghayat itu menganut ojo rumongo biso, tapi biso rumongso. Jadi sesepuh tidak boleh menganggap dirinya paling tahu segala tapi sesepuh membimbing generasi penerusnya untuk keberlangsungan penghayat,” paparnya.

Presidium (Ketua) MLKI Jatim Dr KRT Otto Bambang Wahyudi MSi (tengah) saat membacakan susunan kepengurusan MLKI Jatim periode 2025-2030, Minggu (19/10/2025). (foto: anton/superradio.id)

Dengan adanya kepngurusan baru ini, Otto berharap akan lebih banyak kegiatan penghayat sehingga paguyuban paguyuban penghayat bisa lebih maju dan berkembang.  “Kami juga akan pastikan bahwa penghayat kepercayaan setara –duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan agama lain. Jangan sampai penghayat dianggap minoritas,” tegasnya.

Sementara itu Ketua MLKI Pusat Naen Soeryono SH MH yang menghadiri acara pelantikan MLKI Jatim sepakat  bahwa regenerasi demi keberlangsungan organisasi dengan memperbanyak generasi muda. Karena sudah banyak fakta bubarnya organisasi karena ketidak tersediaan sumber daya manusia (SDM).

“Sumberdaya manusia itu penting dan harus digarap serius, tidak boleh hanya  berpasrah kepada Tuhan. Faktanya jumlah penghayat itu menurun kalau pada tahun 1970-an ada 400 penghayat dan kepercayaan, sekarang in hanya tercatat pada Dirjen Kepercayaan hanya 178, permasalahan utamanya lemahnya regenerasi,” cetus Naen saat memberi kata sambutan di depan pengurus MLKI Jatim yang baru dilantik.

Naen juga menyarankan agar pengurus membikin banyak kegiatan terkait kepercayaan, di antaranya kegiatan pelatihan, pendidikan, dan juga pertemuan rutin dengan anggota. “Usahakan ada pertemuan rutin dengan anggota yang dibahas apa saja, tapi yang ada pertemuan rutin. Dari pertemuan dibangun  loyalitas yang dapat menghasilkan kegiatan kongkret yang dikerjakan dengan turba (turun ke bawah) ke daerah-daerah,” saran Naen.

Suasana pelantikan pengurus MLKI Jatim periode 2025-2030 di Sanggar Candi Busana, Jalan Jemursari, Surabaya, Minggu (19/10/2025). (foto: anton/superradio.id)

Dan tidak lupa, Naen mengingatkan pengurus MLKI Jatim untuk membangun kerjasama dan berjejaring baik dengan pemerintah maupun lembaga lain di berbagai bidang. “MLKI tidak bisa bekerja sendiri, perlu kerjasama dengan pemerintah daerah, kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) serta lembaga nir laba, maupun swasta yang mendukung kegiatan penghayat dan kepercayaan,” pungkasnya.

Beberapa nama pengurus MLKI Jatim periode 2025-2030:

Dewan Penasihat: Djayusman; Edi Sutrisno; Purnomo; Muhajir; Slamet Riyadi; Romo Suryo

Presidium : Otto Bambang Wahyudi (Ketua); Karyono; Anang Yulianto; Aditya R Ketawidjaja; Hari Nugroho

Sekretaris  : Dian Jennie Cahyawati

Bendahara: Fery Dewo Kusdianto

Departemen Organisasi dan Litbang: Suradi

Departemen Seni dan Budaya: Madiro

Departemen Hukum Advokasi:  Eko Budi Santoso

Departemen Perempuan : Ade Sri Haryati

Departemen Pemuda Kewirausahaan: Febi Dwi Cahyo

Departemen Humas Publikasi: Aka Nugraha

Bidang Pendidikan: Dyah Ayu Setyawati

Departemen Sosial Kemasyarakatan: Bibit Samini.  (ton/red)

 

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.