Kenalin, Rengganis Koleksi Harimau Baru Kebun Binatang Surabaya

Yovie Wicaksono - 11 August 2025
Zoo Keeper saat menjelaskan tentang Rengganis, Harimau Sumatra di Kebun Binatang Surabaya. Foto : (Hamidiah Kurniasari/Super Radio)

SR, Surabaya – Kebun Binatang Surabaya kembali kedatangan koleksi satwa baru. Setelah sebelumnya diramaikan dengan kelahiran dua ekor bayi singa pada April 2025, kini spesies harimau sumatra menambah lengkap mamalia disana.

Namanya Rengganis, harimau betina yang didatangkan langsung dari Maharani Zoo. “Harimau yang kita kenalkan hari ini adalah harimau sumatra. Jadi harimau sumatra ini yang bernama rengganis kami memang sengaja memberangkatkan dari kerja sama antar lembaga konservasi maharani zoo,” kata Direktur Operasional Kebun Binatang Surabaya (KBS), Nurika Widyasanti saat ditemui Super Radio.

Perempuan yang akrab disapa Rika itu menjelaskan, kedatangan rengganis makin menambah lengkap satwa. Total terdapat 1 jantan dan tiga betina harimau sumatra yang di konservasi oleh KBS.

Selain itu, adanya harimau betina baru juga diharapkan bisa menambah jumlah kelahiran satwa di KBS. “Dua betina ini sudah dalam kondisi tua jadi produktivitasnya juga menurun. Dalam rangka untuk menjaga keberlangsungan koleksi harimau, kami melakukan peminjaman ke Maharani Zoo untuk harimau jenis betina harapannya bisa kita kembangbiakan disini,” sebutnya.

Pengunjung dari kalangan anak-anak melihat harimau baru (Rengganis) di Kebun Binatang Surabaya. Foto : (Hamidiah Kurniasari/Super Radio)

Apalagi, harimau sumatra termasuk satwa yang terancam punah. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, Harimau Sumatera masuk dalam jajaran satwa yang dilindungi di Indonesia.

Terpisah, Ketua Forum Harimau Kita (FHK), mengatakan, kondisi harimau sumatera sedang tidak baik-baik saja. Berdasarkan data Taman Nasional Teso Nilo pada Februari 2025, populasi harimau sumatra diperkirakan hanya tersisa kurang dari 600 ekor di habitat aslinya.

Saat ini, lanjutnya, habitat harimau sumatera terfragmentasi dalam beberapa populasi, yang terdiri landscape kecil, sedang, dan besar. Lanskap besar mampu mendukung lebih 70 individu harimau, sementara sedang 20-70 individu, dan kecil kurang 20 individu.

Di Aceh, lanskap besar seperti Kawasan Ekosistem Leuser, sementara kecil adalah Suaka Margasatwa Rawa Singkil. “Rawa Singkil sudah terfragmentasi dengan kawasan hutan Leuser lain, sehingga harimau sulit berpindah tempat,” jelasnya. (hk/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.