Kemenkes Siagakan 21.696 Tenaga Kesehatan di Kalbar

Yovie Wicaksono - 23 September 2019
Tim Medis TNI memberikan bantuan oksigen kepada seorang anak yang mengalami gangguan pada pernapasan akibat kabut asap dampak Karhutla di posko kesehatan Kodim 0301 Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019). Foto : (Antara)

SR, Jakarta – Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) meningkat dari bulan sebelumnya. Berdasarkan laporan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah penderita ISPA dari tanggal 1 – 19 September 2019 mencapai 20.890 orang.

“Untuk para penderita ISPA, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Barat telah menyiagakan 21.696 tenaga kesehatan yang tersebar di Puskesmas, rumah sakit, dan pos kesehatan. Puskesmas yang disiagakan sebanyak 244 unit dan rumah sakit yang disiagakan sebanyak 48 unit,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati, Senin (23/9/2019).

Dinkes Kalbar juga telah menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 yang untuk sementara ini ada di Kabupaten Sambas. Selain itu, ruang aman asap juga disediakan bagi masyarakat. Ada 7 ruang tanpa asap di Kota Pontianak yang dilengkapi dengan AC dan air purifier, serta rumah oksigen.

Tim Dinkes juga memberikan pelayanan kesehatan pada penduduk terdampak dan kepada petugas pemadam karhutla. Dinkes juga mendistribusikan logistik kesehatan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta pembagian masker kepada masyarakat.

“Tim Kementerian Kesehatan akan memobilisasi tim kaji cepat kesehatan tanggal 18-21 September untuk melakukan pendampingan kepada Dinkes Kalimantan Barat. Tim Kemenkes juga melakukan promosi kesehatan melalui website dan media sosial, melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Dinkes Provinsi Kalbar,” kata Windyawati.

Untuk mencegah warga terserang ISPA, Dinkes Kalbar juga menyediakan mobil oksigen dari Unit Pelaksana Teknis Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kalbar.

“Bantuan masker juga telah didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 24.500 pcs, sedangkan yang sudah dibagikan bidang pelayanan kesehatan ke masyarakat sudah 10 ribu pcs,” kata Widyawati. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.