Kebakaran Gunung Semeru Meluas Jadi 3.072 Hektar

Rudy Hartono - 3 September 2026
Petugas berupaya padamkan kebakaran semeru (net)

SR, Lumajang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Semeru semakin meluas. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang pada Rabu (2/9/2026) menunjukkan, luas kawasan terdampak kebakaran mencapai 3.072 hektare.

Luasan tersebut termasuk kebakaran yang terjadi di sekitar kawasan wisata Gunung Bromo. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono mengatakan, area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang paling banyak terdampak kebakaran berada di sekitar Danau Ranu Kumbolo.

“Ranu Kumbolo dan sekitarnya yang terbakar mencapai 1.887,07 hektare,” kata Yudhi kepada Kompas.com, Rabu (2/9/2026).

Kawasan lain di Kabupaten Lumajang yang terdampak kebakaran yakni Blok Bantengan, Jantur, Puncak B29, dan Watangan dengan luas mencapai 881,78 hektare. “Ledok Tirem Ranupane juga terdampak 1,84 hektare,” tambahnya.

Sisanya berada di sekitar Gunung Bromo yakni Blok Argowulan seluas 86,23 hektare, jembatan kaca 3,84 hektare, serta 211,24 hektare di Blok Dingklik, Penanjakan, Pakis Bincil, dan Kedaluh. Saat ini, kata Yudi, petugas terus berupaya memadamkan kebakaran secara manual menggunakan gepyok atau ranting pohon dan alat semprot air. “Tadi juga dibantu helikopter water bombing dari BPBD Provinsi Jawa Timur sekitar 21 kali dengan masing-masing 1.000 liter,” ujarnya.

Menurut Yudi, petugas mengalami kendala berupa adanya angin kencang dan medan ekstrem yang hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki. “Semoga besok cuaca cerah dan angin tidak terlalu kencang, sehingga proses pemadaman menggunakan helikopter bisa dilakukan dengan maksimal,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kebakaran di lereng Gunung Semeru sudah terjadi sejak Rabu (26/8/2026) dan belum berhasil dipadamkan. BBTNBTS juga sudah melakukan penutupan aktivitas pendakian Gunung Semeru ke Ranu Kumbolo sampai batas waktu yang belum ditentukan. (*/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.