Perjuangan Ibu Tunggal Dampingi Anak Kembar Berkebutuhan Khusus.
SR, Surabaya – Mengenakan jilbab putih dan baju gamis berwarna ungu, Anita antusias memberikan dukungan kepada Nakula dan Sadewa yang tengah mengikuti lomba 17 Agustus di Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta (YPAB) di kawasan Gebang Putih Surabaya.
Nakula dan Sadewa, anak kembar yang keduanya memiliki keterbatasan penglihatan. Kendati begitu keduanya antusias berkompetisi dengan teman-temannya. Nakula dan Sadewa, keduanya sama-sama kelas 7 di YPAB, ambil bagian pada lomba menangkap bebek dan juga memindahkan air secara estafet.
Sementara Anita ikut bersorak sorai seraya membantu memberi petunjuk keberadaan bebek yang diperebutkan. Di tengah keramaian dan semarak perayaan kemerdekaan, sang ibu selalu setia mendampingi kedua buah hatinya. Tidak ada kamus lelah bagi ibu tunggal yang sehari-hari bekerja sebagai Make Up Artist (MUA) itu.
Hampir seluruh kebutuhan Nakula dan Sadera selalu dipenuhi demi tumbuh kembang kedua putranya. Mulai dari membantu aktivitas sehari-hari hingga mendukung kegiatan atau hobi yang mereka sukai.
Suatu ketika di sekolah, Anita pernah bilang ke Nakula dan Sadewa untuk pulang sebentar untuk cuci baju tapi mereka tidak mau ditinggal. “Mama gak usah kemana mana, tungguin kita di sini (sekolah – Red) aja, nyucinya nanti kalau udah pulang ke rumah lagi,” kata Anita menirukan permintaan keduanya. Maka Anita pun urung pulang ke rumahnya di kawasan Gading Indah Utara, Surabaya dan tetap menunggu keduanya hingga jam pulang sekolah.
Bagi sang ibu, keterbatasan yang dihadapi Nakula dan Sadewa bukanlah alasan untuk melarang atau mencegah keduanya beraktivitas. Ia justru berusaha memberikan dukungan terhadap kegiatan yang ingin dilakukan anak-anaknya. Menurutnya, orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi kemampuan dan potensi yang mereka miliki.
Ia pun berharap para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidak mudah menyerah dengan keadaan. Menurutnya, dukungan dan penerimaan dari orang tua sangat penting agar anak dapat tumbuh dengan percaya diri dan terus mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Perjuangan tersebut menjadi gambaran bahwa menjadi orang tua tunggal bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan kasih sayang, keikhlasan, dan dukungan yang diberikan kepada anak, setiap keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk terus melangkah dan meraih kehidupan yang lebih baik.
”Buat orang tua di luar sana harus tetap semangat. Support dengan kegiatan anak yang diinginkan. Ikhlaskan keadaan itu, karena jika orang tua tidak ikhlas, akan susah dan sulit untuk menjalankannya,” pesan Anita untuk para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti dirinya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para orang tua bahwa menerima keadaan dan memberikan dukungan kepada anak merupakan bagian penting dalam perjalanan mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Bagi sang ibu, keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Selama mereka masih ada semangat, kasih sayang, dan dukungan dari orang tua, setiap anak memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan meraih masa depannya. (berliana/red)
Tags: HUT RI, lomba, nakula, sadewa, superradio.id, surabaya, Tuna netra, ypab
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





