Santap Nasgor MBG, Guru dan 50 Siswa SMAN 3 Nganjuk Dilarikan ke RS
SR, Nganjuk – Kasus dugaan keracunan makanan kembali menimpa peserta didik penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur.
Kali ini, puluhan siswa dan seorang guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Nganjuk dilarikan ke fasilitas kesehatan usai menyantap menu MBG pada Rabu (2/9/2026).
Para korban mengalami gejala gangguan kesehatan seperti mual, pusing, hingga muntah beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, deretan ambulans dengan sirine menderu lalu-lalang mengevakuasi para siswa dari lingkungan sekolah di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk.
Antrean ambulans bahkan mengular hingga ke Jalan Barito, Kelurahan Begadung. Banyak siswa yang dibawa ke dalam ambulans dalam kondisi terkulai lemas, sementara personel kepolisian dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar area puskesmas.
Guru SMAN 3 Nganjuk, Andik, membeberkan kronologi peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kiriman menu MBG tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung dibagikan kepada para siswa. “Kemudian kami persilahkan anak-anak untuk mengambilnya dan dimakan,” kata Andik saat ditemui, Rabu.
Menurut Andik, reaksi atau gejala keracunan tidak langsung dirasakan saat itu juga, melainkan baru muncul beberapa jam kemudian. “Pukul 14.00 WIB, siswa ada yang mual, pusing, serta muntah,” sebutnya.
Ia menambahkan, menu MBG yang disajikan dalam wadah ompreng hari itu terdiri dari nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, telur dadar, potongan semangka, serta acar. Namun, ia tidak dapat memastikan komponen makanan mana yang memicu keracunan. “Saya tidak bisa memastikan, bagian makanan mana yang membuat mereka keracunan,” ujar Andik.
Kepala Puskesmas Nganjuk, dr. Rio Kasino, mengungkapkan bahwa pihak puskesmas menerima puluhan pasien dari SMAN 3 Nganjuk yang berjarak sekitar 100 meter dari gedung sekolah. Suasana di puskesmas sempat mendadak ramai dan histeris sejak pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, tercatat sekitar 50 pasien yang mendatangi Puskesmas Nganjuk untuk mendapatkan perawatan darurat. “Para pasien masih bergulir datang. Kami siap menerimanya,” ujar Rio.
Rio menjelaskan bahwa penanganan awal di puskesmas difokuskan pada stabilisasi kondisi pasien sebelum merujuk mereka ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai secara bertahap. “Kami melakukan penanganan berupa stabilisasi terhadap pasien. Apabila butuh penanganan lebih lanjut kami rujuk ke rumah sakit,” urainya.
Adapun tiga rumah sakit rujukan yang disiagakan untuk menampung para korban yaitu RSUD Nganjuk, Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, dan Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Payaman, Nganjuk.
Tanggapan Pemerintah Daerah Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, langsung meninjau kondisi para siswa SMAN 3 Nganjuk yang tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Nganjuk.
Pria yang akrab disapa Mas Handy ini memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan pelayanan medis secara maksimal. Pihaknya juga terus melakukan observasi dan verifikasi data terkait jumlah pasti korban keracunan. “Kami terus mendampingi untuk memberikan pelayanan terbaik. Kita doakan semoga semuanya segera pulih dan pulang ke rumah,” kata Handy. (*/red)
Tags: mbg keracunan, nasi goreng, sman 3 nganjuk, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





