KBRI Tehran Bebaskan dan Pulangkan 15 ABK WNI

Yovie Wicaksono - 12 May 2020
Duta Besar RI untuk Iran Octavino Alimudin (kelima dari kiri atas) bersama 15 ABK WNI yang dipulangkan kembali ke Indonesia dari Iran. Foto : (KBRI Tehran)

SR, Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran berhasil membebaskan 15 anak buah kapal (ABK) WNI terlantar yang ditahan di Bandar Lengeh, kota pelabuhan di selatan Iran, dan memulangkan mereka kembali ke Indonesia.

Berdasarkan keterangan KBRI Tehran yang diterima Super Radio pada Selasa (12/5/2020), menyebutkan bahwa pembebasan dan pemulangan para WNI yang sempat ditahan itu dilakukan berdasarkan hubungan baik antara Indonesia dan Iran serta pentingnya menghindari penyebaran Covid-19.

“Pembebasan dan pemulangan para ABK WNI menunjukkan keberpihakan Pemerintah Indonesia atas warganya di luar negeri, khususnya di tengah mewabahnya Covid-19,” ujar Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Iran Octavino Alimudin.

Sebelumnya, para ABK WNI itu ditahan di lembaga pemasyarakatan setempat selama lebih dari empat bulan atas tuduhan pengangkutan minyak tanpa izin, dan mereka dalam kondisi terlantar akibat diabaikan oleh pemilik kapal yang berdomisili di Singapura.

Setelah seluruh ABK WNI dibebaskan, Perwakilan RI setempat juga telah meminta pihak pemilik kapal untuk membayarkan gaji dan kewajiban lain yang harus diberikan kepada seluruh ABK WNI sesuai kontrak.

Sementara itu, pemilik kapal melalui pengacara yang ditunjuk bersedia membayarkan sisa gaji seluruh ABK WNI secara bertahap.

Guna memastikan seluruh ABK WNI tidak terpapar Covid-19, KBRI Tehran telah menampung mereka dalam posko aju atau shelter dan melakukan tes cepat Covid-19 secara periodik terhadap seluruh ABK WNI melalui kerja sama dengan rumah sakit rujukan.

“Pendampingan dan bantuan hukum KBRI Tehran serta dukungan Pemerintah Pusat termasuk dalam penyediaan sarana posko aju atau shelter bagi WNI di Iran telah mempercepat proses pembebasan dan pemeriksaan kesehatan para ABK WNI sebelum mereka kembali ke tanah air,” ujarnya.

Seluruh ABK WNI telah dipulangkan ke Indonesia pada 11 Mei 2020, mengingat besarnya resiko penyebaran Covid-19 dan sesuai hasil tes kesehatan yang menyatakan mereka negatif Covid-19.

Selain itu, mereka juga memiliki batas waktu yang diberikan otoritas imigrasi untuk meninggalkan Iran.

Kelima belas ABK WNI dengan didampingi pejabat KBRI Tehran akan tiba di Jakarta pada 12 Mei 2020 untuk selanjutnya diterima oleh Kementerian Luar Negeri dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia guna proses lebih lanjut kepulangan mereka ke kota masing-masing.

Agar kasus tersebut tidak berulang, Dubes Octavino Alimuddin mengingatkan seluruh ABK WNI yang akan bekerja di perairan Teluk Persia untuk memastikan bahwa mereka bekerja pada perusahaan atau pemilik kapal di Indonesia yang memiliki reputasi baik sehingga tidak akan terlantar.

“Kemudian hubungi Perwakilan RI setempat dan lapor diri pada saat ketibaan serta tidak melakukan kegiatan yang mengakibatkan mereka harus berurusan dengan aparat penegak hukum setempat,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.