Jenazah Bedjo Sugiantoro Diazani Putranya Pesepakbola Rahmat Irianto

Rudy Hartono - 26 February 2025
Putra Almarhum Bedjo sugiantoro dan juga pemain Persib Bandung, Rahmat Irianto, saat melantunkan azan di pemakaman Bedjo Sugiantoro di TPU Desa Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Rabu (26/2/2025) (foto: ajisaka/superradio.id)

SR, Surabaya – Sepak bola nasional berduka dan kehilangan sosok legenda Bedjo sugiantoro. Ia  meninggal dunia selasa (25/2/2025) saat bermain sepak bola di lapangan SIER, Surabaya.

Bedjo Sugiantoro sempat tidak sadarkan diri di tengah permainan bola. Mengatehui hal itu teman teman Bedjo  bersama Tim Kesehatan SIER membantu menangani Bedjo  dan segera dilarikan ke RS, sebelum akhirnya dinyatakan meningal dunia.

Keluarga Bedjo Sugiantoro sangat terpukul menghadapi kenyataan yang datang secara tiba tiba. Kedatangan jenazah almarhum dari rumah sakit diiringi  hujan deras kian mencekam saat keluarga histeris tak bisa menahan kesedihan di rumah duka. Almarhum juga tidak ada pesan apa pun sebelum meninggal dunia.

Kesedihan mendalam terlihat dirasakan Rachmat Irianto, putra legenda Persebaya Bejo Sugiantoro saat di pemakaman TPU Geluran Sidoarjo, Rabu (25/2/2025). Dengan suara terputus putus menahan tangis, Ia mengumandangkan azan dan iqomah di atas pusara ayahnya.

Selesai pemakaman Rachmat Irianto ambruk di samping makam ayahnya. Ia menangis sambil mengusap usap foto pigora Bejo Sugiantoro yang bersandar di batu nisan.

Perjalan Karir

Sebagai pesepak bol, Bejo Sugiantoro turut mengantar Timnas Indonesia menduduki posisi runner up pada SEA Games 1997 yang berlangsung di Jakarta. Bejo Sugiantoro juga menjadi bagian skuad Garuda yang menyabet titel runner up Piala Tiger yang kini disebut Piala AFF pada dua kesempatan, yakni edisi 2000 dan 2002.

Di level klub, perjalanan Bejo sebagai pemain dimulai pada 1994 saat baru menginjak 17 tahun ketika bergabung dengan Persebaya.

Bersama Persebaya, Bejo tampil dalam 138 pertandingan dan mencetak dua gol. Pada musim 1996/1997, Bejo mengantarkan Persebaya menjadi juara Liga Indonesia. Saat itu, Bejo masih 20 tahun, tetapi sudah jadi pilihan utama.

Setelah membawa persebaya juara Liga Indonesia Pada 2004, Bedjo memperkuat PSPS Pekanbaru pada 2004 sebelum kembali ke Persebaya dan bertahan hingga 2008.selain Persebaya dan PSPS pekan baru, Bejo juga pernah memperkuat sejumlah klub seperti Mitra Kukar, Persidafon Dafonsoro, Deltras Sidoarjo, dan Perseba Bangkalan.

Setelah menyatakan gantung sepatu, selanjutnya Bedjo sugiantoro merintis karier di dunia kepelatihan. Awal karier sebagain seorang pelatih adalah managani Persik Kediri pada tahun 2017. Satu tahun kemudian Bedjo  bergabung  bersama  Persebaya Surabaya sebagai asisten pelatih bersama Djajang Nurjaman, Wolfgang Pikal , Aji Santoso, Mustaqim dan Uston Nawawi. Bedjo bergabung di Persebaya hingga 2023.

Kariernya terus berlanjut hingga menangani Serpong City FC di Liga 3 pada musim 2023–2024. Dan sebelum meninggal, pria kelahiran 2 April 1977 di tunjuk sebagai Pelatih Deltras Sidoarjo yang bermain di Liga 2

Selamat Jalan Coach Bedjo Sugiantoro. (as/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.