Jelang Idulfitri, Legislator Jatim Desak Pemerintah Perkuat Pengawasan Distribusi dan Respon Cepat
SR,Surabaya – Jelang Hari Raya Idulfitri, stabilitas harga bahan pokok menjadi perhatian serius Komisi B DPRD Jawa Timur. Tingginya permintaan masyarakat selama periode Ramadan dinilai kerap memicu gangguan pada sisi suplai, yang berujung pada lonjakan harga di pasar.
Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti mengatakan, fenomena inflasi bahan pokok, seperti komoditas cabai yang hingga kini harganya belum kunjung melandai, perlu dicermati secara mendalam.
Menurutnya, ada dua faktor utama yang saling berkaitan, yaitu faktor alam dan faktor distribusi.
Erma menjelaskan cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi memang berdampak pada penurunan produksi di tingkat petani, seperti gagal panen.

Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tidak lengah terhadap potensi gangguan di rantai distribusi.
“Perlu dicermati, bisa jadi masalahnya bukan di sawah atau petani, tapi di bagian distribusi. Ini yang patut diawasi agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk membuat langka barang sehingga harga semakin melambung tinggi,” ujar Erma saat diwawancarai Super Radio.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, DPRD Jatim mendorong Pemerintah provinsi maupun daerah untuk melakukan pengawasan intensif bersama Satgas Saber Pelanggaran Pangan.
Intervensi ini mewajibkan pengecekan fluktuasi harga bahan pokok di pasar setiap hari secara real-time.
Erma menggarisbawahi dua poin krusial agar intervensi pemerintah efektif, yaituakurasi data. Data yang kuat dan benar menjadi kunci agar operasi pasar tepat sasaran.
Yang kedua adalah kecepatan respon, dimana pemerintah diminta tidak menunda intervensi. Jika hari ini harga terdeteksi naik, operasi pasar harus segera digelar untuk memutus tren kenaikan harga di hari berikutnya.
Selama ini, DPRD Jatim terus melakukan pengawasan melekat terhadap sektor pertanian, perkebunan, hingga perdagangan yang tergabung dalam Satgas Saber Pelanggaran Pangan.
Pengecekan harga harian di pasar menjadi menu wajib untuk mendeteksi indikasi ketidakwajaran harga sejak dini.
“Operasi pasar bertujuan untuk mencegah harga yang mulai naik agar tidak semakin liar. Persoalan yang sering muncul adalah data tidak akurat dan respon yang kurang cepat. Padahal, ketika ada indikasi peningkatan, responnya harus segera guna menormalkan harga di titik-titik yang angkanya tinggi,” pungkasnya. (fa/red)
Tags: anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, Harga bahan pokok jelang idulfitri, Harga kebutuhan pokok di pasar, Harga kebutuhan pokok terbaru, Harga sembako terbaru
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





