Industri Sawit Ikut Menopang Perekonomian Indonesia

Yovie Wicaksono - 16 September 2021
Ilustrasi

SR, Jakarta – Direktur Utama PT Nusantara Sawit Sejahtera, Teguh Patriawan menegaskan bahwa jika tidak ada kelapa sawit, maka Indonesia bisa kehilangan sumber devisa ekspor sekitar USD 25 miliar per tahun. Selain itu, sebanyak 8 hingga 10 juta tenaga kerja terancam menganggur dan penerimaan pajak negara akan berkurang.

“Kalau hari ini tidak ada kelapa sawit, Indonesia bisa kehilangan sumber devisa ekspor sekitar USD 20 miliar hingga USD 25 miliar per tahun dari total nilai ekspor sebesar USD 200 miliar per tahun. Kemudian, sebanyak 8 hingga 10 juta tenaga kerja terancam menganggur dan penerimaan pajak negara juga akan berkurang,” kata Teguh Patriawan melalui siaran pers, Kamis (16/9/2021).

Teguh bersyukur, komoditas kelapa sawit masih bertahan meski kampanye hitam terkait dengan kelapa sawit gencar menyerang. Ia pun selalu menggunakan data akurat sebagai kunci, serta mendorong penerapan prinsip sustainable development secara konsisten.

Selain itu, ia juga memastikan kesejahteraan dan kenyamanan karyawan. Teguh menilai salah satu indikator kepuasan karyawan baik dari sisi pendapatan maupun kenyamanan di tempat kerja adalah ketika mereka bisa setia dan bertahan. Ia pun selalu mengingatkan kepada manajemen untuk memastikan semua tenaga kerja mendapatkan keadilan dan apresiasi atas kinerja yang dilakukan.

“Saya yakin, ke depan, kelapa sawit akan menjadi tanaman yang diunggulkan untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia. Produktivitas tanaman sawit jauh lebih besar dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lain, seperti rapeseed, bunga matahari, kedelai atau jagung, sehingga penggunaan lahan lebih efisien,” katanya. (ns/red) 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.