Selama Ramadan, BI Kediri Siapkan Anggaran 6,1 Triliun

Yovie Wicaksono - 7 May 2019
Ilustrasi. Foto : (Antara)

SR, Kediri – Tingginya perputaran uang pada saat momentum bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri, membuat Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri Jawa Timur harus menyiapkan anggaran 6,1 triliun untuk keperluan transaksi keuangan  bagi masyarakat khususnya Wilayah Eks Karesidenan yang mencakup Kediri – Madiun – Ponorogo.

Kepala BI Perwakilan Kediri Musni Hardi mengatakan, jumlah dana yang disediakan tahun ini jauh lebih besar dibandingkan 2018 yang hanya mencapai  5,2 Triliun. Dana tersebut dipersiapkan untuk pembayaran gaji ke-13 PNS cair bersamaan dengan datangnya momentum bulan suci Ramadan.

“Untuk kebutuhan tahun ini kita sudah siapkan 6,1 triliun. Itu lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu yang cuman 5,2 Trilun. Ini kan kita bersamaan dengan pembayaran gaji ke-13. Masyarakatkan butuh uang banyak ya,” ujar Musni saat ditemui Super Radio usai menggelar rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kediri, Senin (6/5/2019).

Selain itu, dana sebesar itu juga dipergunakan melayani penukaran pecahan uang baru bagi masyarakat yang memerlukan.

“Kita sudah bekerjasama dengan 69 kantor cabang bank se Karisidenan Kediri – Madiun untuk melayani penukaran uang kepada masyarakat,” ujarnya.

Bagi nasabah yang ingin menukarkan pecahan uang baru ke bank, dibatasi hanya sebanyak Rp3.700.000 pecahan nominal uang baru yang disediakan mulai terkecil dari 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu hingga 100 ribu. Pelayanan penukaran uang hanya dilakukan khusus pada hari Selasa dan Kamis.

Selain melayani penukaran uang secara langsung di bank. BI Perwakilan Kediri juga menggandeng delapan bank untuk mengadakan penukaran uang kas keliling di sejumlah tempat keramaian dan objek wisata  seperti halnya di lokasi simpang lima gumul Kabupaten Kediri.

Disamping itu BI Perwakilan Kediri juga akan mendatangi 16 kantor kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan wilayah Kota Kediri  untuk memberikan pelayanan penukaran uang pada saat digelarnya operasi pasar murah. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.