Indonesia Siap Antisipasi Wabah Pneumonia

Yovie Wicaksono - 20 January 2020
Ilustrasi

SR, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa Indonesia siap untuk mengantisipasi wabah Pneumonia yang ditemukan di Wuhan, Tiongkok.

“Oh siap (mengidentifikasi), kan punya lab. Lab-labnya sederhana, itukan labnya biomonokuler, pemeriksaannya dengan PCR yakni suatu reaksi untuk mengidentifikasi DNA dan RNA. Sudah siap itu,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Siswanto, Senin (20/1/2020).

Untuk mengantisipasi wabah tersebut maka pihaknya mengedepankan pendekatan tiga pilar yaitu kemampuan mencegah dengan memperbaiki perilaku dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut.

Kemudian, kemampuan mendeteksi ditingkatkan terutama lewat pintu-pintu masuk negara dan hal tersebut harus didukung oleh kemampuan rumah sakit maupun klinik-klinik untuk dikirim ke laboratorium yang mampu, dan kemampuan merespon penting kaitannya dengan penanganan layanan kesehatan dan tentunya harus proporsional sehingga tidak menimbulkan ketakutan.

Sementara itu, Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Vivi Setiawaty mengatakan, laboratorium untuk mengantisipasi new emergency telah siap. Hingga kini, jejaring juga sudah dibentuk, diperkuat dan diperluas mulai dari universitas, lembaga penelitian dan rumah sakit yang akan membantu mengambil spesimen-spesimen dari kasus yang dicurigai.

Pada 31 Desember 2019, Pemerintah Tiongkok melaporkan ke WHO Western Pacific Regional Office di Manila. Pada 5 Januari, WHO mengeluarkan pernyataan pertama, saat ini beberapa kasus sudah muncul tapi belum diketahui penyebabnya. Pada 12 Januari disebutkan bahwa penyebabnya adalah Novel Coronavirus.

Virus korona bisa menyebabkan penyakit yang sangat ringan sampai berat. Sekarang ini paling banyak dibicarakan adalah MERS-CoV dan SARS-CoV yang masih dalam satu keluarga. Virus korona pada dasarnya dari binatang pindah ke manusia dan 80 persen penyakit baru berasal dari zoonosis. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.